Kualitas Udara Sintang Sangat Tidak Sehat, Libur Sekolah Diperpanjang

oleh
Kondisi Sintang yang memburuk akibat kabut asap

BERITA-AKTUAL.COM – Kian pekatnya kabut asap membuat Pemkab Sintang kembali meliburkan sekolah mulai jenjang PUAD, TK, SD dan SMP selama dua hari yakni 11 dan 12 September 2019.

Keputusan diambil berdasarkan hasil pemeriksaan standar pencemaran udara oleh Dinas Lingkungan Hidup yang menyatakan kondisi udara Sintang sangat tidak sehat.

“Berdasarkan pemeriksaan standar pencemaran udara di Stadion Baning pagi ini diangka 283. Ini menandakan kualitas udara Sintang sangat tidak sehat bahkan mendekati berbahaya,” kata Bupati Sintang Jarot Winarno.

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, kata Jarot, pihaknya sudah menggelar rapat dengan Dinas Pendidikan. Keputusannya, memperpanjang libur sekolah dua hari kedepan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama untuk libur MI, MTs maupun MA. Kepala Dinas Pendidikan Sintang juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalbar terkait libur libur SMA/SMK,” jelasnya.

Jarot mengaku dirinya banyak ditanya soal libur SMA/SMK. Namun, dirinya menjelaskan bahwa kewenangan Bupati hanya pada tingkatan PAUD, TK, SD dan SMA saja. Sedangkan untuk meliburkan siswa SMA/SMK ada di Gubernur Kalbar.

“Yang memutuskan apakah SMA/SMK liburnya diperpanjang atau tidak adalah Bapak Gubernur. Meski demikian, kami tetap berkoordinasi dan melaporkan hasil pemeriksaan indeks pencemaran udara yang condong berbahaya,” jelas Jarot.

Dikatakan Jarot, memburuknya kualitas udara di Sintang tidak terlepas dari munculnya kebakaran lahan di sejumlah titik. “Ada dua titik asap yang tidak berhasil diatasi hingga tiga hari ini. Keduanya berada di perbatasan Sintang-Melawi. Yakni daerah Penjernang dan perbatasan Nobal,” katanya.

Untuk mengatasi kebakaran lahan tersebut, Jarot menyebut bahwa pihaknya sudah mengajukan water bombing ke provinsi. “Mudah-mudahan dengan adanya water bombing kekebakaran lahan bisa diatasi,” harapnya.