Bangunan Suaka Enggang Dipertanyakan

oleh
Bangunan Suaka Enggang di Taman Wisata Alam (TWA) Baning Kabupaten Sintang dipertanyakan karena belum digunakan meski sudah selesai sejak 2018 lalu.

BERITA-AKTUAl.COM – Belum difungsikannya bangunan Suaka Enggang di Taman Wisata Alam (TWA) Baning Kabupaten Sintang jadi pertanyaan sejumlah pihak. Mengingat, bangunan tersebut sudah selesai sejak 2018 lalu.

Meski fisik bangunan masih tampak bagus termasuk dua kubah raksasa, namun gertak menuju lokasi sudah mulai lapuk. Lantai papan bahkan sudah ada yang patah dibeberapa bagian.

Dedi Wahyudy pegiat lingkungan Sintang menyanyangkan belum difungsikanya bangunan Suaka Enggang tersebut. Menurutnya, walaupun TWA Baning atau sering disebut Hutan Wisata Baning kepentingannya lebih kental pada aspek wisata. Namun, bangunan fisik perlu dibatasi. Karena secara ekologis Hutan Wisata Baning merupakan rawa gambut yang rentan terhadap pembukaan atau konversi.

“Karena fungsi tangkapan air sudah terganggu oleh pembuatan parit yang besar. Ditambah lagi sekarang dibuka bangunan fisik (Suaka Enggang-red) salah satunya. Bahkan fungsi wisatanya belum ada,” katanya.

Pria yang akrab disapa Uju Deder menyadari, dalam konteks manajemen tentu Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) punya banyak keterbatasan.

“Semoga kedepan banyak pihak bisa membantu pengelolaan Hutan Wisata Baning secara berkelanjutan. Sehingga berdampak positif terhadap sosial, ekonomi dan ekologi kota Sintang,” harapnya.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Sintang, Bharata Sibarani menegaskan bahwa bangunan Suaka Enggang tidak terbengkalai. Karena, Detail Enginering Design (DED) sudah final yaitu menjadikan kawasan TWA Baning sebagai lokasi wisata dan edukasi. Dimana, proses pengelolaan kawasan konservasi harus betul-betul memperhatikan aturan yang ada.

“Contoh, harus adanya tenaga dokter, kiper dan lain-lain serta pengganggaran yang baik,” kata Bharata.

Ia mengatakan, pihak BKSDA Kalbar sedang berusaha mengkolaborasikan dengan mitra penggiat konservasi. Karena kalau mengharapkan anggaran negara disituasi sekarang cukup berat.

“Maka BKSDA Kalbar ada skala prioritasnya. Contoh kalau di KSDA Sintang fokus ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Kelam,” bebernya.

Tapi untuk TWA Baning, pihaknya tetap berusaha menjaga agar tetap aman dari kerusakan dan melakukan penanaman tanaman endemik di dalam kawasan. Serta sosialisasi  masyarakat sekitar kawasan sambil menunggu dukungan pendanaan tadi.