Pemkab Sintang Terima WTP Ketujuh

oleh
Bupati Sintang Jarot Winarno menerima WTP yang diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Kalimantan Barat, Edih Mulyadi

BERITA-AKTUAL.COM – Pemerintah Kabupaten Sintang kembali menerima piagam penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ketujuh kalinya. WTP tersebut terkait menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun anggaran 2018 dari Menteri Keuangan RI.

Bupati Sintang Jarot Winarno menerima WTP yang diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Kalimantan Barat, Edih Mulyadi di ruang kerja Bupati Sintang, Kantor Bupati Sintang, Rabu (16/10/19) pagi.

Bupati Sintang Jarot Winarno bersyukur karena pemerintah Kabupaten Sintang kembali meraih penghargaan WTP ketujuh kalinya. “Kita sebagai pemerintah sangat bersyukur atas penghargaan WTP dari ibu Menteri Keuangan ini. Mudah-mudahan ini akan terus kita pertahankan kedepnnya,” ujar Jarot.

Meskipun demikian, kata Jarot, mendapatkan WTP bukan berati dalam prosesnya tidak terjadi penyalahgunaan anggaran. Sehingga hal itu selalu menjadi kehati-hatian pemerintah daerah dalam mengelola anggaran.

Kemudian juga lanjut Jarot, bahwa nyatanya dalam setiap audit reguler BPK sering muncul permasalah yang sama yakni terkait aset daerah, piutang, dana BOS. Secara khusus dana BOS selalu jadi permasalahan. Karena langsung ditransfer dari pusat ke rekening kepala sekolah. Sehingga komunikasi sangat susah.

“Selanjutnya juga temuan-temuan pada proyek pembangunan. Puncaknya tahun 2018 lalu. Karena ada dana DAK yang kita kembalikan 75 persen. Pemborong hanya mampu mengelola 25 persen saja. Kita hentikan projectnya bangunan Puskesmas Ketungau Hilir. Kita sadari, meskipun dirugikan karena dana DAK kembali tidak bisa dibalikan lagi ke kita, tapi yang penting negara tidak boleh dirugikan,” katanya.

“Jadi sampai sekarang bangunannya agak terbengkalai, kemungkinan untuk kelanjutannya nanti akan menggunakan dana DAU,” terang Jarot.

Kemudian juga Jarot menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang menjadi Kabupaten pertama yang berani melakukan lelang 2 paket pada 14 januari 2019 lalu. Namun selanjutnya agak sedikit macet. Karena ada perubahan versi, jadi perubahan versi itu menyebabkan pengelola proyek pembangun harus di latih juga. Selain itu juga karena adanya proses pelaksanaan pilpres kemarin.

Alhamdulillah seluruh dana DAK berhasil kita lelangkan. Meskipun presentasi dari dana DAK kecil, mudah-mudahan bisa tertutup dengan realisasi kegiatan yang lain,” tutup Jarot.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Kalimantan Barat, Edih Mulyadi mengatakan pemerintah pusat melalui menteri keuangan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang karena telah berhasil kembali meriah WTP ketujuh kalinnya. Namun demikian kata Edih WTP bukan akhir dan bukan sesuatu yang menjamin terlepas dari hal yang bersifat penyelewengan.

“WTP ini suatu pencapaian yang luarbiasa, tentu prestasi ini harus dipertahankan dikemudian hari,” kata Edih.