Sambil Menangis, Terdakwa Karhutla Bilang Peladang Bukan Penjahat

oleh
Dedi Kurniawan, salah seorang peladang terlihat menangis ketika menceritakan keluarganya saat dirinya menjalani proses hukum. Ia merupakan peladang dari Desa Panggi Agung Kecamatan Ketungau Tengah yang ditangkap 14 Agustus 2019 saat membakar ladang.

BERITA-AKTUAL.COM – Saat demo Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) bersama elemen mahasiswa di DPRD Sintang. Ditampilkan video 6 orang peladang yang sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Sintang karena kasus karhutla (kebakaran hutan dan lahan).

Dalam video yang disaksikan langsung Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny dan anggotanya serta Wakil Bupati Sintang Askiman, salah seorang peladang terlihat menangis ketika menceritakan keluarganya saat dirinya menjalani proses hukum.

Peladang tersebut adalah Dedi Kurniawan dari Desa Panggi Agung Kecamatan Ketungau Tengah. Ia mengaku ditangkap 14 Agustus 2019 saat membakar ladang.

“Ini usaha untuk mencari nafkah mulai dari nenak moyang kami. Ladang tidak begitu luas, yakni 6.463 meter persegi,” bebernya.

Di video tersebut, Dedi sedang di ladang miliknya yang menjadi lokasi dirinya ditangkap pihak kepolisian. “Di tempat ini saya ditangkap polisi. Saya meninggalkan satu istri dan dua anak,” kata Dedi kemudian menyebut nama istrinya sambil menangis terisak.

“Kami ini bukan penjahat. Kami ini peladang untuk mencari nafkah,” katanya lagi-lagi sambil terisak.

Dedi Kurniawan adalah satu dari 6 orang peladang yang menjadi terdakwa kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sintang. Saat ini, mereka sedang menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Sintang. Agar 6 peladang tersebut bebas murni, dukungan terus mengalir. Salah satunya dari DPRD Sintang saat merespon demo ASAP dan mahasiswa.