Antisipasi Corona, Ketua DPRD Minta Pemerintah Pantau Warga Sintang Pulang dari Malaysia

oleh
Florensius Ronny, Ketua DPRD Sintang

BERITA-AKTUAL.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Florensius Ronny menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) dan Pembentukan Gugus Tugas Quick Responce Penanganan Pendemic Covid-19 di Kabupaten Sintang, Selasa(17/3).

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati, dipimpin Bupati Sintang Jarot Winarno. Hadir kepala Dinas Kesehatan, dr. Harysinto Linoh, Direktur RSUD Ade M Djoen, dr. Rosa Trifina, Kepala BPPBD Sintang Bernhad Saragih, Waka Polres Sintang Kompol Albert Manurung, Kepala OPD serta unsur TNI.

Dikesempatan itu, Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap warga yang datang dari Malaysia. Karena, dirinya mendapat informasi mengenai sejumlah warga Indonesia yang kembali ke Sintang melalui sejumlah pintu perlintasan.

“Kabupaten Sintang adalah salah satu kabupaten di Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Ada kejadian di Kecamatan Dedai, beberapa tenaga kerja di Melaysia pulang lewat jalan tikus. Sebagian lagi lewat Badau, Kabuaten Kapuas Hulu. Karena sekarang isu corona sekarang sedang heboh-hebohnya, masalah ini sudah kami laporkan ke Pak Sinto (Kepala Dinas Kesehatan Sintag-red),” kata Ronny.

Ia mengatakan, informasi yang diterimanya, masyarakat tersebut mengalami demam. Namun ia tidak tahu apakah demam tersebut karena gejala biasa atau karena hal lain. “Tapi, karena di Malaysia lagi heboh kasus corona, begitu juga dengan Indonesia. Sementara mereka dalam kondisi demam, tentu masalah ini harus jadi perhatian,” ucapnya.

“Ini juga masukan untuk pihak kepolisian maupun TNI. Mengingat pintu-pintu masuk perbatasan atau jalan tikusnya, rawan membuat kita khawatir,” kata politisi Partai Nasdem ini.

Sementara itu, Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan, Kabupaten Sintang resmi membantuk Gugus Tugas Penanganan Corona, Selasa (17/3). Pembentukan itu sesuai Kepres karena corona sudah diumumkan sebagai bencana non alam.

“Sudah ada arahannya, kemudian kita bentuk tim. Ketua, Bu Sekda Yosepha Hasnah, Ketua Harian Bernhad Saragih. Bupati, Ketua DPRD Sintang dan sejumlah pejabat sebagai pengarah. Anggotanya adalah instansi terkait,” kata Jarot.