Jarot ungkap Pemotongan Anggaran Berdampak pada Pembangunan Sintang

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno mengikuti Video Conference (Vidcon) bersama Gubernur Kalbar, untuk mendengarkan arahan Menteri PPN/Bappenas RI terkait Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalbar Tahun 2021, Senin (20/4).

BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengikuti Video Conference (Vidcon) bersama Gubernur Kalbar, untuk mendengarkan arahan Menteri PPN/Bappenas RI terkait Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalbar Tahun 2021, Senin (20/4).

Dikesempatan itu, Jarot menyampaikan pada Gubernur Kalbar soal rencana Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang pemotongan dana transfer daerah oleh pemerintah pusat.

“Yang meresahkan kami, seluruh dana untuk perbaikan jalan dan jembatan, air bersih, sanitasi dan rumah kumuh, semuanya nol. Kami ini baru saja beranjak dari angka kemiskinan dua digit, menjadi satu digit saja. Problem kami adalah ekonomi biaya tinggi akibat kegawatdaruratan infrastruktur jalan dan jembatan. Dengan pemotongan sampai habis, kami tidak mempunyai anggaran untuk perbaikan jalan dan jembatan lagi. Baik itu untuk ruas jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten maupun non status,” ucap Jarot.

Untuk mengatasi hal tersebut, kata Jarot, pemerintah sudah berfikir bahwa dalam rasionalisasi anggaran, akan diposkan dana yang fleksibel untuk Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) Kabupaten Sintang. Dana tersebut bisa digunakan untuk penanganan jalan dan jembatan yang mendesak untuk diperbaiki.

“Oleh karena itu, kami mohon arahan dari Pak Gubernur untuk penanganan ruas jalan provinsi. Yakni ruas Nanga Mau-Nanga Tebidah yang saat ini sedang putus. Kemudian, perbaikan jalan Sintang-Semubuk untuk menjamin konektivitas perbatasan,” kata Jarot.

“Apakah nanti Pak Gubernur dengan kebijakannya akan tetap menjalankan paket-paket yang sudah direncanakan? Atau menyiapkan anggaran fleksibel? Agar ketika ada kegawatdaruratan infrastruktur jalan dan jembatan, kami dengan pemerintah provinsi bisa berkoordinsi untuk penanganan,” ucap Jarot.

Gubernur Kalbar Sutarmidji mengatakan, terkait program pembangunan termasuk di Sintang, dirinya tetap akan mengusulkan ke DPRD Provinsi supaya kegiatan tetap berjalan. “Tinggal kita menambah waktu pengerjaanya dan pembayarannya mungkin akan melewati tahun anggaran. Khusus untuk jalan kita belum mengalihkan anggaran,” ucapnya.