Masuk Klaster Magetan, 3 Warga Sintang Reaktif Rapid Test

oleh
Jarot Winarno, Bupati Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Sebanyak 3 warga Sintang, Kalbar, reaktif rapid test. Ketiga merupakan 1 warga Kecamatan Binjai Hilir dan 2 warga Kecamatan Tebelian. Mereka diketahui baru datang dari Magetan, Jawa Timur.

“Kita melakukan penyelidikan epidemologis pada 3 klaster. Dari Magetan cukup banyak nih. Sekarang rapid tes sedang berjalan, 3 orang yang reaktif merupakan klaster dari Magetan,” kata Bupati Sintang Jarot Winarno berita-aktual.com di Posko COVID-19 Dinkes Sintang, Kamis (23/4).

Usai rapid test, kata Jarot, ketiga warga yang reaktif langsung menjalani isolasi. “Insha Allah hari ini mereka kita pindahkan ke ruang isolasi mandiri yang baru. Yakni di Gedung Serbaguna. Lokasi ini jauh dari pemukiman masyarakat. Jadi, supaya masyarakat ndak risau,” ucapnya.

Jarot kemudian mengingatkan agar mereka tidak diberi stigma. “Ingat ya, anak-anak ini cuma reaktif rapid test. Banyak kemungkinan. Mungkin di Temboro sudah ada herd immunity sehingga banyak yang positif. Tapi, mereka ini tidak memiliki gejala apapun alias Orang Tanpa Gejala (OTG),” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Sintang, dr. Harysinto Linoh menambahkan, pihaknya berdasarkan informasi yang didapat bahwa klaster dari Magetan yang ke Sintang mencapai 100 orang. “Tapi, yang kita temukan baru sekitar 40-an orang. Kita berharap, yang lain mau melaporkan diri. Baik itu dari Klaster Magetan maupun Gowa,” katanya.

Ia mengatakan, semua warga Sintang yang reaktif rapid test berasal dari satu lokasi. Yakni Pondok Pesantren Al Fatah, Magetan.

“Tapi, sekali lagi saya ingatkan bahwa, mereka ini hanya reaktif rapid test, bukan positif Corona. Masih harus dilanjutkan dengan swab tenggorokan. Tadi pagi sudah dilakukan swab, mudah-mudahan sore ini bisa dikirim ke Pontianak,” katanya.

Sinto menjelaskan, kasus ini diketahui saat ada dua orang melapor ke Dinkes. “Sisanya tidak melapor. Mereka yang ditemukan merupakan hasil tracing. Mereka datang ke Sintang tanggal 17 April,” katanya.