Dewan ungkap Kesulitan Belajar Daring Selama Pandemi COVID-19

oleh
Senen Maryono, Wakil Ketua Komisi C DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Sejak pandemi COVID-19 merebak sejak awal tahun lalu, kegiatan belajar mengajar siswa yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka. Dialihkan dengan belajar daring hingga saat ini.

Wakil Ketua Komisi C DPRD, Senen Maryono mengakui bahwa secara kasat mata belajar daring kurang efektif. Tetapi, kondisi pandemi COVID-19 membuat sistem pembelajaran harus seperti itu.

“Karena pandemi, jadi sistem belajar daring lah yang diterapkan. Tidak ada pilihan lain. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka tidak mungkin dimulai kembali mengingat Sintang belum zona hijau penyebaran COVID-19,” kata Senen usai menghadiri rapat kerja Pansus Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Kamis (19/11).

Dengan adanya kondisi tersebut, Senen berharap masyarakat bisa bersabar dan menerima kondisi yang terjadi terkait belajar secara daring yang dimaksud. “Masyarakat diharap menerima kenyataan ini dengan sabar,” ucapnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, ketika reses masalah belajar daring ini memang tidak disampaikan oleh masyarakat. “Justru kita yang menjelaskan pada masyarakat. Bahwa karena kondisi pandemi, kita harus menerima dengan lapang dada,” ucap politisi dari daerah pemilihan (Dapil) Sintang Kota ini.

Dikatakan Senen, yang kesulitan dengan pembelajaran daring ini adalah ketika siswa punya orang tua yang dua-duanya bekerja. Kemudian, orang tuanya tidak punya basic pendidikan.

“Dengan kondisi tersebut, tentu tidak mudah membimbing. Belum lagi, siswa baru yang belum perah ketemu gurunya sama sekali. Gurunya tentu mengalami kesulitan. Ketemu anak belum, kenal juga belum, bahkan sekarang mendekati ujian semester,” kata Senen.