Distribusi Logistik di Pedalaman Kalbar, Perahu Didorong Lewati Jeram

oleh
Petugas gabungan harus mendorong perahu melewati jeram untuk distribusi logistik menuju Desa Bungan dan Tanjung Lokang Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

BERITA-AKTUAL.COM – Pilkada serentak yang berlangsung 9 Desember besok tidak terlepas peran banyak pihak. Salah satunya petugas yang mendistribusikan losistik pemilu di pedalaman Kalbar. Tak jarang, para petugas harus berjibaku dengan akses yang sulit dijangkau bahkan hingga mengancam keselamatan.

Salah satu potret sulitnya distribusi logistik di pedalaman Kalbar, tergambar dari video yang diunggah Bawaslu Kapuas Hulu di media sosial. Dalam video tersebut, petugas gabungan harus mendorong perahu melewati jeram. Lokasi distribusi logistik tersebut menuju Desa Bungan dan Tanjung Lokang Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

“Distribusi logistik dilakukan dengan menggunakan perahu bertenaga mesin. Tidak jarang perahu harus di dorong saat melewati arus yang deras serta saat melintasi riam yang berada di sepanjang perjalanan. Semangat bersama yang tidak akan padam ini terus kami kobarkan agar masyarakat dimanapun berada, tetap dapat menggunakan hak suara nya sehingga dapat menciptakan demokrasi yang lebih baik,” tulis Bawaslu Kapuas Hulu dimedsosnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kapuas Hulu, Mustaan mengungkapkan, ada beberapa desa di Kabupaten Kapuas Hulu yang distribusi logistiknya harus lewat sungai. Diantaranya desa-desa di hulu Sungai Kapuas dan desa-desa yang berada di daerah danau.

“Dalam pelaksanaan distribusi ini, personel kami selain mengawasi juga ikut membantu jika ada kendala di lapangan agar distribusi lancar. Salah satunya seperti tampak di video yang kami posting di media sosial. Ada petugas kami yang ikut mendorong perahu melewati riam,” kata Mustaan.

Sementara itu, distribusi logistik pemilu lewat jalur sungai juga dilakukan di sejumlah daerah terpencil Kabupaten Sintang. Salah satunya di Kecamatan Ambalau.

Kapolsek Ambalau, Iptu Bongsu Pane mengungkapkan, untuk pendistribusian logistik di Kecamatan Ambalau dari 33 desa, hanya 3 desa saja yang bisa melewati akses darat. Yaitu Desa Nanga Kemangai, Desa Bukit Tinggi dan Desa Lunjan Tingang karena berada di Pusat Kecamatan Ambalau.

“Sedangkan untuk 30 desa lainnya hanya bisa menggunakan transportasi air,” ungkapnya.

Ia mengatakan, untuk memastikan keamanan kotak dan surat suara, personel Polsek Ambalau dan personel BKO Polres Sintang serta anggota Koramil Ambalau lakukan pengawalan pendistribusian logistik menuju TPS ke desa-desa.

“Pada H-1 seluruh logistik pemilu untuk Kecamatan Ambalau sudah diberangkatkan menuju ke TPS ke desa-desa terdekat. Sedangkan logistik pilkada untuk desa atau TPS terjauh sudah berangkat pada hari Senin, 7 Desember 2020 kemarin,” terang Kapolsek.

“Selain personel TNI dan Polri, pendistribusian logistik juga di dampingi oleh Panwascam, PPK serta KPPS dan PPDK di setiap desa per TPS,” katanya.