Tidak Bisa Divaksin, Bupati Jarot Siap Jadi Vaksinator Pertama di Sintang

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno.

BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa dirinya tidak termasuk golongan orang-orang yang menerima vaksin COVID-19.

“Saya karena sering masuk ruang isolasi. Usia sekarang sudah 61 tahun. Saya tidak dianjurkan untuk vaksinasi,” kata Jarot.

Meski tidak divaksin, Jarot siap menjadi vaksinator pertama yang menyuntikan vaksin tersebut pada penerima di Kabupaten Sintang.

“Insha Allah saya yang akan melakulan vaksinasi saat launching vaksin corona nanti,” kata alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Vaksin Sinovac untuk Kabupaten Sintang sendiri sudah tiba di Bumi Senentang, Rabu 27 Januari 2021. Jarot mengatakan, prioritas penerima vaksin adalah tenaga-tenaga yang berisiko tinggi terkena corona atau yang melakukan kontak langsung. Seperti tenaga medis, TNI-POLRI, tim Gugus Tugas COVID-19.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr. Harysinto Linoh mengatakan, ada beberapa kategori orang yang tidak divaksin. Untuk vaksin Sinovac, batasan umurnya hingga 60 tahun.

“Kalau diatas 60 tahun tidak boleh divaksin. Kemudian, orang yang memilik darah tinggi yang tidak terkontrol. Punya penyakit gula yang tidak terkontrol. Alergi terhadap obat-obatan. Dan punya penyakit terkait daya tahan tubuh. Kemudian ibu hamil dan menyusui. Serta para penyintas COVID-19,” bebernya.

Meski sudah ada vaksin, Sinto mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. “Jangan mentang-mentang sudah divaksin ndak mau pakai masker. Itu salah. Setelah divaksin harus tetap mematuhi protokol keaehatan,” tegasnya.