Heboh Dentuman Keras di Kapuas Hulu dan Sintang, Ini Penjelasan BMKG

oleh

BERITA-AKTUAL.COM – Warga Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sintang, Kalbar, dihebohkan dengan bunyi dentuman keras yang terjadi, Kamis 11 Februari 2021.

Kejadian itu kemudian diungkapkan warga Kapuas Hulu melalui media sosial Facebook. “Bagi yang mengetahui sumber dentuman yang menggelegar sekitar pukul 09.00. Tolong diinformasikan biar ndak penasaran. Terima kasih,” tulis akun Facebook Azarya di Grup Kapuas Hulu Hebat.

Status tersebut kemudian ditanggapi okeh netizen lainnya. “Sama bos, kami di Dangkan juga mendengar suara seperti guntur,” jawab akun Facebook Luntui Supardi.

Tak hanya di Kapuas Hulu, di Kabupaten Sintang juga terdengar dentuman serupa. “Di Desa Landau Kodam, Kecamatan Kelam Permai, juga terdengar dentuman yang keras,” kata akun Facebook Okta Oktaviani.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio Pontianak Nanang Buchori mengungkapkan, berdasarkan analisis citra satelit cuaca Himawari dan radar cuaca di Stasiun Meteorologi Susilo Sintang, mengindikasikan kondisi cuaca pukul 10.00 WIB – 11.00 WIB tidak terdapat awan penghujan ataupun awan cumulonimbus yang bisa menghasilkan petir. Kondisi cuaca dominan berawan dan tidak hujan.

Analisis Radio Sonde di Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak pada pengamatan pukul 00 UTC mengindikasikan terdapat lapisan inversi pada ketinggian 373 meter dan 885 meter. Lokasi pengamatan Radiosonde yang berjarak sekitar 300 km kemungkinan tidak mewakili kejadian inversi di lokasi terjadinya dentuman.

Hasil pengamatan gelombang seismik dari seluruh sensor gempa BMKG yang tersebar di sekitar lokasi dentuman hari ini, Kamis 11 Februari 2021 pukul 07.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB yang mana periode waktu ini disebut-sebut oleh warga muncul suara dentuman, hasilnya menunjukkan tidak ada catatan aktivitas gempa yang terjadi di Kalimantan Barat.

“Sehingga dipastikan sumber suara dentuman tersebut tidak berasal dari gempa tektonik, karena jika sebuah aktivitas gempa sampai mengeluarkan bunyi ledakan, artinya kedalaman hiposenter gempa tersebut sangat dangkal, dekat permukaan, dan jika itu terjadi maka akan tercatat oleh sensor gempa,” kata Nanang.

“Berdasarkan analisis di atas, belum diketahui secara pasti sumber dentuman yang terjadi. Masyarakat diharapkan tidak panik dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” imbau dia.