Mandi di Sungai Pinoh, Pelajar SMP di Sayan Ditemukan Tewas

oleh
Jenazah korban tenggelam ketika dievakuasi ke Puskesmas Sayan, Kabupaten Melawi.

BERITA-AKTUAL.COM – Warga Sayan, Kabupaten Melawi, Kalbar, dihebohkan dengan temuan mayat di Sungai Pinoh sekitar Riam Kecakau, Desa Karangan Purun, Senin sekitar pukul 17.20 WIB. Korban diketahui merupakan pelajar SMPN 8 Siling Satu Atap Desa Siling Permai Kecamatan Sayan.

Kapolres Melawi Melalui Paur Humas Polres Melawi Bripka Arbain menjelaskan, sebelum ditemukan tenggelam, korban mandi ke Sungai Pinoh bersama teman-temannya. Ketika teman-teman korban selesai mandi, mereka langsung pulang. Tapi korban tetap mandi dan bermain di sungai.

“Karena tak kunjung pulang, ibunya mencari ke lanting tempat korban biasa mandi, namun tidak melihat korban. Ibu korban kemudian memberitahukan hal itu kepada suaminya dan tetangga sekitar rumah,” kata Arbain.

Selanjutnya, kata Arbain, orang tua bersama warga melakukan pencarian. Dan didapatkan informasi bahwa ditemukan sesosok mayat terapung di Sungai Pinoh sekitar Riam Kecakau Dusun Kepala Gading Desa Kerangan Purun.

“Mayat itu ditemukan beberapa warga Desa Karangan Purun ketika pulang kerja dari Kecamatan Sayan menggunakan longboat melalui jalur Sungai Pinoh menuju Desa Karangan Purun. Saat melewati riam Kecakau Sungai pinoh, salah satu warga melihat ada sesosok seperti badan manusia dengan kondisi telungkup dan terapung di tengah Sungai Pinoh,” jelas Arbain.

Kemudian, warga menggiring mayat tersebut ke arah tepi sungai menggunakan tongkat bambu. Kejadian itu juga ke Kepala Dusun Kepala Gading. “Lalu, Kadus bersama warga melaporkan ke Polsek Sayan. Setelah itu warga bersama petugas Polsek Sayan melakukan evakuasi terhadap jenazah korban. Korban dibawa ke Puskesmas untuk dilakukan visum dan penanganan selanjutnya,” jelasnya.

Dikatakan Arbain, menurut informasi yang didapat korban memiliki riwayat penyakit epilepsi sejak berumur 1 tahun.

Dengan adanya kejadian itu, Arbain mengimbau masyarakat dan orang tua agar selalu mengawasi anak- anaknya. Jangan biarkan anak-anak bermain di tepian sungai tanpa pengawasan orang dewasa. Apalagi sungai-sungai yang arusnya deras.