Angkat Sosok Local Heroes, Bupati Apresiasi Launching Buku Dandim Sintang

oleh
Bupati Sintang, Jarot Winarno menerima buku dari Dandim Sintang Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan yang mengisahkan sosok pahlawan lokal dalam menjaga lingkungan.

BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Sintang, Jarot Winarno mengapreasi launching buku Dandim Sintang Letkol Infanteri Eko Bintara Saktiawan yang mengangkat sosok pahlawan lokal (local heroes) dibidang pertanian.

Diketahui, buku yang dilaunching dengan judul “Mutiara Bumi Senentang” mengisahkan tentang sosok Andrianus Limbai. Dia merupakan salah satu petani inspiratif yang mampu belajar secara otodidak tentang melestarikan lingkungan dengan cara menanam berbagai jenis tumbuhan di lingkungan daerahnya.

“Sosok Pak Limbai ini bisa menjadi contoh atau teladan buat kita semua, bagi masyarakat dan petani yang ada di Kabupaten Sintang ini,” kata Jarot.

Dikatakan Jarot, untuk mengangkat cerita mengenai pahlawan lokal dibidang lingkungan seperti yang dilakukan Dandim Sintang, tentu tidaklah mudah.

“Yang sudah mendapat penghargaan lingkungan saja belum bisa kita jadikan buku dan diangkat ke publik,” katanya.

Nah, peran serta Dandim Sintang mampu mengakomodir dan mengangkat kisah seorang petani inspratif dalam melestarikan lingkungan. Inilah yang kita sebut legacy. Dalam pencapaian hidup, tentu kita perlu warisan yang bisa dijadikan contoh untuk generasi berikutnya,” ucap Jarot.

Dandim Sintang, Letkol Inf Eko Bintara Saktiawan mengatakan, launching buku sebagai bentuk kontribusi kepada rakyat dan negara. Utamanya untuk Sintang. Bahwa kita mendapati seorang kepala desa di Paoh Benua Kecamatan Sepauk, Andrianus Limbai yang merupakan 4 dari kepala desa di indonesia yang mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan dalam mengelola dana desa dengan baik.

“Seorang Andrianus Limbai bagi saya sangat unik dalam pemikiran dan gagasan nya. Bahkan bisa kita bilang cukup liar dalam pemikirannya. Berkat pemikiranya, dia mampu melakukan penelitian mandiri selama puluhan tahun terhadap pohon teratai yang dapat digunakan media cangkok tumbuhan,” jelasnya.

Ia menilai, hasil penelitian Adrianus Limbai tidak terekspos. Sehingga hasil penelitiannya dan ilmunya tidak bisa dibagikan kepada masyarakat luas. “Makanya, saya menggagas buku tentang kisah beliau. Semoga bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” harapnya.