Bupati Launching Keramba Ikan Humaniora Kodim Sintang

oleh
Bupati Sintang Jarot Winarno meresmikan keramba ikan Humaniora milik Kodim Sintang di tepian Sungai Kapuas.

BERITA-AKTUAL.COM – Bupati Sintang Jarot Winarno meresmikan keramba ikan Humaniora milik Kodim Sintang di tepian Sungai Kapuas, Kamis, 3 Juni 2021.

Peresmian ditandai dengan penebaran benih ikan gabus dan nila oleh Bupati Sintang, Dandim Sintang, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan serta Komunitas SFC (Sintang Fresh Water Care).

Dandim Sintang, Letnan Kolonel Inf Eko Bintara Saktiawan menyampaikan, pembuatan keramba merupakan salah satu pemanfaatan aliran sungai Kapuas Sintang. Baik itu sebagai media pembibitan maupun pemeliharaan ikan air tawar seperti nila, lele yang bisa menjadi komoditi mendukung ketahanan pangan bagi masyarakat Sintang.

“Hal tersebut selaras dengan program pemberdayaan masyarakat, mengingat Kabupaten Sintang merupakan salah satu anggota Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Inisiatif lestari kabupaten ini juga merupakan upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan,” kata Dandim.

Kemudian, kata Dandim, Kodim Sintang hendaknya bisa menjadi inisiasi dan model bagi masyarakat dalam bijak memanfaatkan sumber daya alam sungai untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Kami berharap hadirnya keramba ikan Kodim Sintang mampu memberi contoh kepada masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam Sintang yang rata-rata memiliki sungai di 14 Kecamatan,” harapnya.

Dandim meyakini, Sintang mempunyai kekuatan dalam hal produk ramah lingkungan yang potensial untuk mengangkat daya saing produk local Sintang di pasar. Produk ramah lingkungan, efisien dalam pemakaian sumber daya dan mampu mengurangi resiko kerusakan lingkungan adalah ciri-ciri produk yang akan mendominasi ekonomi hijau Indonesia.

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan, lokasi Sintang yang berada di tepian sungai terpanjang di Indonesia, tentunya punya potensi yang besar. Tetapi konsumsi ikan masih rendah. Di Sintang konsumsi ikan pertahun hanya 38 kilogram per orang.

“Daerah kita merupakan penghasil ikan. Sehingga ikan menjadi faktor inflasi. Nah, inisiatif pak Dandim menjadi contoh terbaik dengan pembuatan keramba sehingga hal ini dapat mengurangi aktivitas PETI di sungai. Karena PETI sangat besar pengaruh negatifnya terutama di sungai,” katanya.

Ia berharap program keramba ikan Kodim Sintang dapat meningkatkan konsumsi ikan dan juga melestarikan lingkungan.

“Terima kasih kepada Dandim Sintang dan jajarannya, ini merupakan contoh baik bagi masyarakat dan dapat mengembalikan peradaban sungai kita. Semoga dapat menjadi contoh di masyarakat, sehingga budidaya ikan sebagai mata pencarian dapat dikembalikan,” tuturnya.