Lasarus Tegaskan Belum ada Kegiatan Fisik di Border Sungai Kelik

oleh
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus bersama Ketua Satker Pelaksanaan Wilayah I Pemukiman Wilayah Kalbar, Reza Rizka Pratama.

BERITA-AKTUAL.COM – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kegiatan fisik di Border Sungai Kelik perbatasan Kabupaten Sintang-Malaysia.

Penegasan itu disampaikan Lasarus merespon adanya pemberitaan bahwa akan ada land clearing PLBN Sungai Kelik pada tahun ini dengan dana Rp 20 Miliar dari APBN.

“Sudah sudah cek ke Kementerian Pekerjaan Umum, tidak ada anggaran Rp 20 Miliar untuk land clearing di border Sungai Kelik,” tegas Lasarus pada wartawan di Sintang, Rabu 11 Agustus 2021.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, dirinya perlu meluruskan informasi mengingat beritanya sudah menyebar dan dibaca oleh publik.

“Masyarakat nanti pasti menunggu pembangunan ini, katanya ada dana Rp 20 M untuk land clearing. Orang pasti tanya, yang mana mau di-land clearing? Tanah siapa yang mau land clearing? Sudah dibebaskan belum? Makanya saya luruskan itu, bahwa belum ada kegiatan fisik khususnya land clearing di border Sungai Kelik,” tegasnya lagi.

Kemudian, sambung politisi asal Paoh Desa ini, masyarakat tentu bertanya kapan mulai kegiatan. Katanya sudah tinggal kontrak saja.

“Jadi, lelang terkait land clearing di wilayah border Sungai Kelik tidak ada. Itu penjelasan yang saya terima dari Kemen PUPR cq Direktorat Jenderal Cipta Karya Cq Balai Cipta Karya Provinsi Kalbar yang diperjelas lagi oleh Satker,” beber Lasarus.

Bantahan serupa juga disampaikan Ketua Satker Pelaksanaan Wilayah I Pemukiman Wilayah Kalbar, Reza Rizka Pratama. “Satker kami memang diamanahkan pemerintah pusat untuk mengurus border. Kebetulan yang sedang kami bangun ini adalah border Jagoi Babang. Sekarang sedang berjalan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk border Sungai Kelik, kata Reza, saat ini baru berproses menuju pembangunan fisik. “Untuk tahun ini karena dana terbatas, jadi tidak ada kegiatan fisik di Sungai Kelik. Jadi, anggaran Rp 20 M itu tidak ada,” ungkapnya.

Menurutnya, land clearing di border Sungai Kelik pasti dilakukan jika kegiatan fisik sudah dimulai. “Tapi, kami tidak tahu anggaran nantinya berapa. Jadi pada tahun ini, border Sungai Kelik baru studi kajian analisa dampak sosial. Bahkan, ini baru kami revisi kegiatannya. Jadi, belum ada kegiatan kontraktual di border Sungai Kelik,” jelasnya.

Reza menuturkan, pembangunan fisik border Sungai Kelik masih banyak tahapan yang harus dilalui. Pertama, akses jalan yang dikerjakan Bina Marga sedang dikerjakan hingga tahun 2021. “Setelah itu selesai, baru lanjut ke proses selanjutnya. Jadi, pembanguna fisik di border Sungai Kelik belum dimulai,” jelasnya.