Satu Keluarga Maling 53 Motor, Pencurian Sesuai Request Penadah

oleh
Pelaku curanmor dan penadah digiring menuju sel Polres Sintang. Dalam kasus ini, Polres Sintang berhasil mengungkap curamor sebanyak 53 unit.

BERITA-AKTUAL.COM – Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Idris Bakara mengungkapkan bahwa satu keluarga yang mencuri 53 motor di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, melakukan aksinya sesuai request atau pesanan dari penadah.

“Hampir keseluruhan transaksi mereka adalah pesanan dari penadah. Ketika ada pesanan dari penadah dengan mengungkapkan konsumen ingin motor jenis tertentu. Maka pelaku langsung melakukan pencurian motor sesuai keinginan itu,” kata Idris.

Saat ini, tiga orang penadah berinisial YK, YA dan SR sudah ditangkap oleh Polres Sintang dan ditetapkan menjadi tersangka. Begitu juga satu keluarga yakni EN, AR dan anaknya yang masih dibawah umur bertindak sebagai pemetik (mencuri di TKP).

Ia mengatakan, sebagian besar unit sepeda motor diamankan di Kecamatan Tebelian, Kecamatan Sepauk. “Di dusun-dusunnya ini, rata-rata kami mengamankan 7-10 unit. Per unitnya dijual Rp 4-7 juta,” bebernya.

Pelaku, kata Idris, melakukan aksinya di Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi. Sebagian besar pencurianya di daerah perkotaan seperti Sintang Kota dan Nanga Pinoh. Total motor yang dicuri pelaku AR EN dan anaknya sebanyak 53 unit.

“Untuk 56 unit sepeda motor yang kita amankan sudah ada laporan polisinya. Untuk proses pengambilan sepeda motor, bisa dilakukan setelah selesai dilakukan persidangan. Nanti kewenangan pengadilan, bukan kita,” katanya.

Idris mengungkap modus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) oleh pasangan suami istri AR dan EN bersama anak perempuannya yang masih dibawah umur. Rata-rata mereka mengambil kendaraan yang tingkat keamanannya lemah seperti tidak dikunci stang atau diletakan sembarangan oleh pemiliknya.

Tersangka melakukan aksinya tengah malam. Suami, istri dan anak mereka melakukan pencurian secara bersama-sama. “Saat malam hari, mereka seolah-olah mendorong motor hasil curian dari TKP. Kemudian membawanya dengan gaya meyakinkan seolah-olah motor curian itu milik mereka yang kehabisan bensin atau mogok,” ucapnya.