Dampak Dilarangnya Ekspor CPO, TBS Petani Sawit Mandiri Ditolak Pabrik

oleh
Pekerja menaikan buah sawit ke truk paska panen.

BERITA-AKTUAL.COM – Larangan ekspor CPO dan bahan turunan minyak goreng oleh pemerintah membuat petani sawit mandiri di pedalaman Sintang terpukul. Pasalnya, tandan buah segar (TBS) kebun mereka tak lagi dibeli oleh pabrik kelapa sawit.

Kepala Desa Semajau Mekar Kecamatan Ketungau Hilir, Jaka Ikhsani mengungkapkan, sejumlah pabrik milik perusahaan perkebunan kelapa sawit sejak tanggal 29 April hingga 09 Mei 2022 menyatakan tidak menerima TBS petani.

“Ada beberapa pabrik yang sudah menyatakan itu (menolak TBS petani sawit mandiri-red). Saat ini petani sedang berusaha menjajaki penjualan ke pabrik lainnya,” ungkap Jaka, Jumat 29 April 2022.

Kondisi tersebut diakui Jaka membuat resah petani. Mereka juga bingung kemana harus menjual TBS dari kebun mereka.

“Resah sudah pasti. Karena harus putar otak lagi untuk mencari jalan keluar agar TBS petani sawit mandiri bisa dijual untuk menghasilkan uang,” ucapnya.

Jaka mengungkapkan, di desanya cukup banyak masyarakat yang menjadi petani sawit mandiri. Jumlahnya lebih dari 50 orang. Dengan adanya pelarangan ekspor yang berdampak pada TBS ditolak oleh pabrik perusahaan sawit, sudah tentu membuat ekonomi masyarakat kesulitan.

“Mudah-mudahan kedepan ada solusi dari pemerintah. Jangan sampai kebijakan  yang niatnya baik malah membuat banyak petani kesulitan,” harapnya.