DPRD Belum Terima Usulan Cawabup dari Pemkab Sintang

oleh
Heri Jambri, Wakil Ketua II DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Paska meninggalnya Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto pada 18 September 2021 karena sakit, siapa yang akan menggantikannya masih jadi tanda tanya. Hingga saat ini, DPRD Sintang mengaku belum menerima usulan dari Bupati Sintang terkait bakal calon Wakil Bupati Sintang yang dimaksud.

Sebelumnya desakan agar Wakil Bupati Sintang segera dilantik kerap disuarakan berbagai pihak. Mulai dari demo Front Masyarakat-Mahasiswa Bersatu hingga aksi May Day 2022, desakan itu kerap disampaikan massa.

“Soal pergantian Wakil Bupati Sintang, seperti yang pernah saya sampaikan sebelumnya bahwa DPRD menunggu usulan dari pemerintah daerah/Bupati Sintang. Nanti, akan diusulkan dua nama Wakil Bupati. Kalau usulannya sudah di DPRD Sintang, kita jamin segera diproses,” tegas Wakil Ketua II DPRD Sintang, Heri Jambri.

Heri Jambri mengatakan, pihaknya memang berharap sesegera mungkin Sintang memiliki Wakil Bupati. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat pemerintah daerah segera menyampaikan nama-nama calon Wakil Bupati yang diusung koalisi. Lalu diproses oleh DPRD Sintang. Karena memang seperti itu aturanya, kita ikuti saja,” ucapnya.

Terkait kekosongan posisi Wakil Bupati Sintang selama ini, politisi yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Hanura Sintang ini menyebut tidak begitu berpengaruh pada penyelenggaraan pemerintahan.

“Dulu saat Bupati Sintang sakit dan harus dirawat di Jakarta berbulan-bulan, kemudian Wakil Bupati Sintang meninggal dunia, pemerintahan masih jalan kok. Karena, negara kita ini sudah punya birokrasi. Sudah punya sistem. Jadi penyelenggaraan pemerintah tanpa adanya Bupati atau Wakil tetap jalan dan ndak ada masalah,” ucapnya.

Jika dikaitkan dengan kondisi saat ini di Sintang yang tanpa adanya Wakil Bupati, Heri Jembri mengatakan bahwa pemerintahan berjalan baik juga.

“Faktanya Sintang ini pernah tidak ada Bupati karena sakit dan Wabup Sintang meninggal, pemerintahan tetap berjalan dengan Plt-nya Sekda Sintang. Birokrasinya berjalan,” katanya lagi.

Hanya saja, kata legislator asal daerah perbatasan ini, ada komitmen atau visi misi Bupati Sintang yang harus dijalankan. Karena mereka sudah diamanatkan oleh rakyat jadi pemimpin dan membawa Sintang sesuai visi misinya.

“Itu yang harus mereka tuntaskan. Seperti yang kita ketahui, Bupati dan Wakil berjanji akan membangun dari pinggiran. Uang APBD digunakan untuk membangun infrastruktur. Nah ini yang kita tagih. Harus ada yang menjalankan janji ini. Makanya kita butuh Bupati dan Wakil Bupati Sintang untuk menjalankan visi misinya,” ucapnya.

.