Heri Jambri: Distanbun Sintang, Lakukan Penilaian Kebun HPI

oleh
Heri Jambri, Wakil Ketua DPRD Sintang saat raker dengan membahas selisih kebun plasma antara koperasi dengan HPI.

BERITA-AKTUAL.COM – Wakil Ketua II DPRD Sintang, Heri Jambri meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang segera turun ke lapangan untuk melakukan penilaian terhadap kebun Hartono Plantation Indonesia (HPI Grup) di daerah Ketungau.

Permintaan itu disampaikan Heri Jambri saat rapat kerja Komisi D DPRD Sintang yang membahas selisih lahan Koperasi Bina Tani Sejahtera (BTS) dan Koperasi Bina Tani Mandiri (BTM) yang bermitra dengan PT Buana Hijau Abadi (PT BHA 2) dari Hartono Plantation Indonesia (HPI Grup) di Kecamatan Ketungau Hilir dan Kecamatan Ketungau Tengah.

“Kami minta kepada Distanbun melalui meja pimpinan ini, harus segera turun ke lapangan untuk melakukan penilaian pada kebun HPI Grup di Ketungau. Apakah layak jadi suatu kebun sawit atau tidak? Kalau memang tidak layak, sampaikan pada rakyat Kabupaten Sintang secara transparan bahwa ini bukan kebun,” tegasnya.

Perlunya kebun tersebut dinilai ke lapangan, kata legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini, untuk mengetahui secara jelas. Apakah kebun tersebut grade A, grade B, grade C atau grade D.

“Lakukan penilaian segera. Sampaikan hasil penilaian itu. Kalau hasil penilaian itu menyatakan bahwa kebun itu grade D, minta dicabut saja izinnya,” kata Heri Jambri.

Rapat kerja komisi D DPRD Sintang yang membahas soal selisih lahan petani plasma mitra HPI Group dipimpin langsung oleh Zulherman. Hadir anggota Komisi D lainnya diantaranya Toni, Markus Jembari, Nekodimus, Agustinus serta Wakil Ketua DPRD Sintang Heri Jambri.

Dikesempatan itu, juga diundang perwakilan Bank Mandiri Jakarta yang menangani kredit dua koperasi plasma yakni Koperasi Bina Tani Sejahtera (BTS) dan Koperasi Bina Tani Mandiri (BTM). Perwakilan bank tersebut juga menjelaskan luasan lahan yang diagunkan serta besaran kredit yang sudah dan harus dibayar oleh koperasi.