Komisi D Bahas Keluhan Petani Plasma, Hadirkan Pihak Bank Mandiri Jakarta

oleh
Ketua Komisi D DPRD Sintang, Zulherman memimpin rapat kerja lanjutan membahas keluhan petani plasma dengan HPI Grup

BERITA-AKTUAL.COM – Ketua Komisi D DPRD Sintang, Zulherman memimpin rapat kerja lanjutan membahas keluhan petani plasma dari Kecamatan Ketungau Tengah dan Kecamatan Ketungau Hilir, Senin 30 Mei 2022. Sebelumnya rapat kerja serupa sudah dilaksanakan 23 Mei 2022 lalu.

Petani plasma tersebut tergabung dalam Koperasi Bina Tani Sejahtera (BTS) dan Koperasi Bina Tani Mandiri (BTM) yang bermitra dengan PT Buana Hijau Abadi (PT BHA 2) dari Hartono Plantation Indonesia (HPI Grup).

Dikesempatan tersebut, dihadirkan perwakilan Bank Mandiri dari Jakarta yang mengelola semua plasma di seluruh Indonesia termasuk kredit Koperasi Bina Tani Sejahtera (BTS) dan Koperasi Bina Tani Mandiri (BTM). “Hari ini kita mendengarkan keterangan-keterangan maupun data dari Bank Mandiri,” Kata Zulherman.

Perwakilan pihak perbankan yang ditunjuk kemudian menjelaskan tentang jumlah lahan plasma yang diagunkan ke bank serta besaran kredit yang harus dan sudah dibayar oleh koperasi. Penjelasan pihak bank kemudian ditanggapi oleh koperasi BTS dan BTM.

Rapat kerja tersebut berjalan alot. Karena banyak pertanyaan dilontarkan petani plasma pada pihak bank terkait ketidaksesuaian data. Terutama terkait dengan data yang dimiliki petani plasma dengan pihak bank.

Raker yang berlangsung di ruang rapat paripurna dihadiri Wakil Ketua II DPRS Sintang Heri Jambri, anggota Komisi D DPRD Sintang lainnya diantaranya Toni, Markus Jembari, Nekodimus dan Agustinus.

Dari jajaran pemerintah, hadir pula Tim Pembina Pembangunan Perkebunan Kabupaten (TP3K), Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UKM) Sintang,Camat Ketungau Hilir Camat Ketungau Tengah, beberapa kepala desa (kades), perwakilan Bank Mandiri Jakarta, petani plasma yang tergabung dalam Koperasi Bina Tani Sejahtera (BTS), Koperasi Bina Tani Mandiri (BTM) serta manajemen Hartono Plantation Indonesia (HPI).