Polemik SILTAP, Santosa: DPMPD Sebut Kades Bersedia Membayar

oleh
Santosa, Ketua Komisi A DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Permasalahan 6 orang perangkat desa yang mengeluhkan penghasilan tetap (SILTAP) tidak dibayar oleh Kades Ipoh Emang, Kecamatan Kayan Hilir, jadi salah satu pembahasan saat rapat Komisi A DPRD Sintang dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Kamis 9 Juni 2022.

“Tadi dalam rapat dengan DPMPD Sintang juga kita singgung soal SILTAP perangkat desa Ipoh Emang yang belum dibayar. Tadi melalui Pak Dedi dan Pak Sirajudin memastikan SILTAP akan segera dibayar,” ungkap Santosa, Ketua Komisi A DPRD Sintang.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan bahwa permasalahan antara perangkat desa dengan kades akan dimediasi kembali  untuk menemukan jalan keluar. Agar apa yang menjadi hak diterima oleh pihak terkait. Namun yang menjadi tugas atau kewajiban tetap harus dilaksanakan.

“Kita berharap masalah ini akan segera selesai. Apalagi seperti yang disampaikan oleh pejabat DPMPD Sintang tadi, Kades menyatakan bersedia membayar,” katanya.

Sebelumnya, 6 perangkat desa mengadukan SILTAP tak dibayr oleh kades sejak Januari hingga Mei 2022. Mereka mengganggap, pemberian Surat Peringatan (SP) yang berujung SILTAP tak dibayar dipengaruhi oleh masalah politik dan sengaja ingin memecat perangkat desa.

Namun, Kades Ipoh Emang Kecamatan Kayan Hilir, Viktorius Kamisius Yosi menegaskan bahwa pemberian SP pada 6 perangkat desa sudah sesuai prosedur. Tidak terkait masalah politik atau ingin mencari-cari kesalahan.

“Saya memberikan SP pada mereka bukannya tanpa dasar. Ini terkait dengan keaktifan dan kedisiplinan, mereka sering tidak masuk kerja. Sebelum SP 1 dikeluarkan, mereka dua kali saya tegur,” ungkap Viktor.

Viktor mengungkapkan, 6 perangkat desa tersebut jarang masuk sejak bulan Oktober 2021. Meski demikian, siltap atau gaji yang bersangkutan tetat dibayar hingga akhir tahun.

“Saya sudah mengingatkan mereka agar melaksanakan hak dan kewajiban. Namun mereka tetap jarang masuk kerja. Akhirnya mereka saya berikan SP 1 tanggal 14 Maret 2022. SP 2 tanggal 26 April dan SP 3 tanggal 6 Juni 2022. Karena mereka tidak bekerja, SILTAP-nya saya tahan,” ungkapnya.