Sesalkan Pembangunan BTS Kominfo di Sintang Belum Operasional

oleh
Florensius Ronny, Ketua DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Untuk mengatasi masalah sinyal, Pemerintah Kabupaten Sintang dalam dua tahun terakhir mendapatkan bantuan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia. Namun hingga saat ini pembangunan BTS tersebut belum operasional.

“Kalau ndak salah sejak dua tahun lalu Kabupaten Sintang dapat bantuan BTS mini ratusan titik dari Kominfo. Namun yang kita sayangkan belum berjalan. Hanya saja, berdasarkan kita rapat kerja terakhir dengan Diskominfo, pembangunan BTS baru sampai survei dan penentuan titik lokasi untuk pembangunan tower,nya” kata Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny.

Ia memperkirakan, jka semua tower BTS sudah dibangun dan operasional, dipastikan sekitar 80 persen wilayah Kabupaten Sintang akan mendapatkan dapat sinyal seluler maupun internet.

“Sekarang baru sekitar 40-50 persen yang terjangkau sinyal di Kabupaten Sintang,” ungkap legislator muda dari Partai Nasdem ini.

Roni mengungkapkan, masyarakat memang sangat mendambakan jaringan internet hingga pedalaman. Apalagi ketersediaan sinyal ini sudah jadi kebutuhan. Baik untuk kebutuhan sehari-hari, keperluan sekolah bahkan untuk bekerja.

“Terkait sinyal ini kita hanya bisa menaruh harapan pada pemerintah pusat. Untuk desa yang dapat bantuan BTS sudah ditentukan, ini berdasarkan laporan Kominfo Kabupaten Sintang. Tim sudah survei ke lokasi. Kita ndak tahu apa kendalanya, apakah kendala di perencanaan atau anggaran di kemeterian, ini yang masih kita harapkan.

Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan bahwa tahun 2019 yang lalu, demi memperjuangkan pembangunan menara BTS di Kabupaten Sintang, dirinya langsung bertemu dengan Kominfo Johnny G Plate di Jakarta. Hasilnya, direncanakan akan dibangun 164 menara BTS di Kabupaten Sintang sampai 2024.

“Saya minta tambah jatah pembangunan menara BTS ini. Kebutuhan masyarakat Kabupaten Sintang saat ini adalah listrik dan sinyal. Sinyal akan memudahkan orangtua menghubungi anak-anak yang kuliah di Pontianak dan Jawa. Ada HP tidak ada sinyal, tidak bisa apa-apa. Maka mereka perlu sinyal. Saya juga akan perjuangkan menara BTS di 29 desa di Kayan Hulu, mudah-mudahan terealisasi,” katanya.

Ia meminta semua OPD bisa membantu pihak Bakti dan provider. Bantu dalam hal tanah maupun perizinan. Ini penting dalam mencapai tujuan merdeka sinyal.

“Target merdeka sinyal ini awalnya, tahun 2020. Ternyata tidak tercapai, sehingga diundur menjadi 2024. Mudah-mudahan tercapai Indonesia merdeka sinyal tahun 2024,” harapnya.