Pertama di Kalbar, Petani Sawit Mandiri Dapat Sertifikat RSPO

oleh
Penyerahan sertifikat RSPO pada Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang (APKS-KK). Kelompok tersebut adalah petani sawit mandiri pertama di Kalbar yang mendapatkan sertifikat RSPO.

BERITA-AKTUAL.COM – Untuk pertama kalinya di Kalimantan Barat, petani sawit mandiri mendapatkan sertifikat pengelolaan kebun kelapa sawit standar internasional atau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil).

Petani yang mendapat sertifikasi RSPO tersebut adalah Aliansi Petani Kelapa Sawit Keling Kumang (APKS-KK). Jumlahnya 501 orang dari Desa Gonis Tekam, Desa Engkeresik, Desa Tapang Semadak dan Desa Bokak Sebumbun, Kabupaten Sekadau.

Bupati Sekadau, Aron mengatakan bahwa keberhasilan petani sawit swadaya mendapatkan sertifikat RSPO merupakan sejarah. Karena di Kalbar, petani sawit mandiri di Sekadau lah yang pertama kali mendapatkan sertifikat itu.

“Saya harap berharap pembinaan kedepan ditingkatkan. Karena dengan jumlah lahan petani sawit mandiri di Sekadau mencapai 30 ribu hektar namun hasil produksinya masih kurang,” ucapnya.

Ia menegaskan, perlunya pembinaan pada petani sawit mandiri karena sebagian besar dari mereka belajar otodidak. Ketika melihat orang berhasil menanam sawit, mereka juga melakukan hal serupa tapi minim pengetahuan untuk mengelola sawit.

“Makanya pembinaan petani diperlukan agar mereka mendapatkan hasil yang banyak dan ekonomi meningkat,” kata Aron.

Ketua Pengurus Keling Kumang Agro, Mikael mengaku berbahagia APKS-KK berhasil mendapatkan sertifikat RSPO. Ini menandakan apa yang dikerjakan gerakan Keling Kumang bertahun-tahun bersama Solidaridad dengan dukungan Pemkab Sekadau membuahkan hasil.

“Ini adalah sertifikat RSPO pertama yang didapatkan petani mandiri di Kalbar. Hal ini juga menandakan pekerjaan pendampingan memberikan manfaat dan harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Aliansi Petani Kelapa Sawit-Keling Kumang (APKS-KK), Antonius Anyu mengatakan, total ada 1241 petani kelapa sawit masuk dalam keanggotaan APKS-KK. 501 petani diantaranya sudah mengantongi sertifikat RSPO dengan luas lahan 771 Hektar.

Programme Coordinator Solidaridad Kalbar, Edi Dastra mengatakan bahwa APKS-KK merupakan salah satu kelompok alumni Sekolah Lapangan yang didampingi oleh Solidaridad bersama dengan Keling Kumang sejak tahun 2013.

“Perlu proses panjang dengan dinamika yang tidak mudah akhirnya mengantarkan APKS-KK menjadi kelompok petani kelapa sawit mandiri pertama di Kalbar yang mengantongi sertifikat RSPO sejak Februari 2022,” ungkapnya.

Cukup banyak kriteria dan prinsip RSPO yang harus dipenuhi oleh para petani saat mengajukan sertifikasi untuk kebun mereka. Perlu komitmen dan kesadaran tinggi agar kepatuhan terhadap berbagai indikator yang ada bisa terpenuhi dengan baik dan lolos proses audit dari pihak RSPO.

“Kerja keras dan ketekunan 501 orang petani ini berbuah manis tidak hanya berupa sertifikat RSPO, namun mereka juga sudah berhasil mendapatkan insentif dari penjualan RSPO Credits seharga USD42,210 atau kurang lebih sebesar Rp. 600,0000,000,” bebernya.

Ia berharap, prestasi APKS-KK akan menjadi motivasi bagi petani kelapa sawit mandiri lainnya untuk mengikuti jejak kesuksesan mereka. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sertifikat RSPO memang memberikan manfaat dan insentif bagi petani mandiri.