Pansuslih DPRD Jelaskan Mekanisme Pemilihan Wabup Sintang

oleh
Toni, Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansuslih) Pemilihan Wakil Bupati Sintang Pengganti sisa masa jabatan 2021-2024.

BERITA-AKTUAL.COM – Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansuslih) Pemilihan Wakil Bupati Sintang Pengganti sisa masa jabatan 2021-2024, Toni mengungkapkan mekanisme pemilihan Wakil Bupati Sintang oleh DPRD pada Jumat 5 Agustus 2022 nanti. Ia mengatakan, proses pemilihan Wakil Bupati Sintang dilaksanakan seperti layaknya pelaksanaan Pemilu pada umumnya.

“Salah satunya adalah penggunaan nomor urut dalam surat suara. Ini sesuai tata tertib (tatib). Bahkan saat penyerahan usulan dari Pemda melalui Bupati Sintang sudah ada nomor urut calon Wakil Bupati Sintang. Nomor 1 Pak Melkianus. Nomor 2 Pak Hardoyo. Surat suaranya sudah dicetak yang disesuaikan dengan tatib,” jelas Toni.

Mengenai mekanisme pemungutan suara, kata Ketua Fraksi Partai Golongan Karya DPRD Sintang, nantinya pemilihan Wakil Bupati Sintang akan menggunakan sistem voting tertutup. “Hari ini sudah sudah dilakukan pengesahan tatib pemilihan pada Rabu pagi. Selanjutnya dilakukan verifikasi berkas kedua calon Wakil Bupati Sintang. Sore hari adalah penyampaian visi misi dari kedua calon,” kata legislator asal Kecamatan Kelam Permai ini.

Dikatakan Toni, dalam pemilihan Wakil Bupati Sintang ada 39 anggota DPRD yang mempunyai hak pilih. “Ini sesuai dengan jumlah anggota DPRD Sintang. Karena satu anggota DPRD yakni Pak Melkianus jadi kandidat yang diusulkan sebagai Wakil Bupati Sintang,” jelasnya.

Toni memastikan bahwa berkas mengenai pencalonan Wakil Bupati Sintang semuanya sudah lengkap. Termasuk berkas pengunduran diri Melkianus sebagai Anggota DPRD Sintang. “Berkas semuanya lengkap, ndak ada masalah,” tegasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, pergantian Wakil Bupati Sintang dilakukan setelah pejabat sebelumnya yakni Sudiyanto meninggal dunia pada September tahun 2021 lalu. Sebagai pengganti, partai koalisi mengusulkan dua nama calon Wakil Bupati Sintang yakni Melkianus dari Partai Golkar dan Hardoyo dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).