Fraksi Gerindra DPRD Sintang Pertanyakan Pembangunan Jembatan Ketungau II

oleh
Jembatan Ketungau II di Nanga Merakai, Kecamatan Ketungau Tengah.

BERITA-AKTUAL.COM – Fraksi Partai Gerindra DPRD Sintang mempertanyakan pembangunan jembatan Ketungau II di Desa Wirayuda – Desa Senangan Kecil, Kecamatan Ketungau Tengah yang hingga saat ini tak kunjung selesai.

Pertanyaan itu disampaikan saat rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi fraksi terhadap nota keuangan dan Raperda tentang Perubahan APBD Sintang tahun 2022, Selasa 13 September 2022.

“Kami minta pemerintah Kabupaten Sintang memberikan penjelasan tentang pembangunan Jembatan Ketungau II yang masih tertunda pengerjaanya,” kata Ardi, juru bicara Fraksi Gerindra DPRD Sintang.

“Fraksi Gerindra juga meminta pemerintah daerah untuk segera melanjutkan pembangunan jembatan Ketungau II. Mengingat jembatan tersebut adalah adalah penghubung dari kecamatan ke desa-desa yang ada di wilayah sekitar,” ujar Ardi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sintang Melkianus menyampaikan tanggapan atas pandangan umum fraksi fraksi di DPRD Sintang, Rabu 14 September 2022. Dikesempatan itu, Melkianus memberikan jawaban terhadap pembangunan jembatan Ketungau II.

“Terhadap pembangunan jembatan Ketungau II yang masih tertunda pengerjaannya, dapat dijelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah masih menunggu hasil advice teknis dari Dirjend Jembatan serta tim ahli yang telah memeriksa seluruh konstruksi jembatan yang terpasang terkait dengan kelayakan konstruksi jembatan tersebut,” kata Melkianus.

Pembangunan jembatan Ketungau II dikerjakan secara bertahap sejak tahun 2017. Pekerjaan tahap 1 dan tahap II dimulai dengan pembangunan abutment. Pekerjaan tahap III jembatan Ketungau II dilanjutkan lagi tahun 2019.

Pembangunan jembatan Ketungau II sudah lama dirindukan masyarakat perbatasan. Jembatan itu akan menghubungkan antara 13 desa dengan 16 desa yang ada di wilayah Ketungau Tengah yang jumlah penduduknya kurang lebih 17000 jiwa. Jembatan itu juga akan menghubungkan arus lalu lintas dari daerah lain, seperti Badau, Balai Karangan, Senaning, Aruk Sajingan, yang ingin melalui wilayah Ketungau Tengah.