Tanggapan Ketua DPRD soal Sintang 10 Besar Inflasi Tertinggi di Indonesia

oleh
Florensius Ronny, Ketua DPRD Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny menyampaikan tanggapannya terkait masuknya Kabupaten Sintang dalam 10 kabupaten dengan inflasi tertinggi di Indonesia. Ronny menilai salah satu penyebab tingginya inflasi disebabkan karena kelangkaan BBM.

“Kita berkeyakinan ini bersumber dari dampak kelangkaan BBM juga. Maka kita di DPRD akan mengakomodir apa yang disampaikan Asosiasi Sopir Angkutan Sintang (ASAS) tempo hari akan diprioritaskan mendapatkan BBM subsidi. Kemudian kita minta Pertamina serius bersama pemerintah daerah menyikapi masalah kelangkaan BBM,” tegas Ronny.

Karena politisi Nasdem ini memiliki keyakinan bahwa tingginya inflasi bukan hanya disebabkan oleh kenaikan BBM yang baru saja diputuskan pemerintah tanggal 3 September 2022 lalu. Tapi juga disebabkan oleh kelanggkaan BBM yang terjadi.

“Dalam hal ini terjadi hukum ekonomi kan. Ketika barang langka dan permintaanya tinggi, harganya sudah pasti mahal. Kita tahu sendiri dan kita sudah cek ke lapangan, harga BBM di Sintang luar biasa. Makanya kita akan berupaya lah bagaimana menekan inflasi yang tinggi di Sintang,” bebernya.

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyebutkan bahwa angka inflasi di Kabupaten Sintang mencapai 7,39 persen dan masuk 10 besar daerah dengan angka inflasi secara nasional. Respon Pemkab Sintang adalah dengan melakukan rapat-rapat membahas langkah yang akan diambil oleh jajaran Pemkab Sintang untuk menekan dan mengendalikan inflasi.

Menurut Wakil Bupati Sintang, Melkianus, ada lima komoditi penyebab inflasi tinggi sebesar 7,39 persen di Agustus 2022 adalah bahan bakar rumah tangga, tempe, angkutan udara, minyak goreng dan tahu mentah.

Ia mengatakan, ada 10 langkah yang akan dilakukan untuk menekan laju inflasi, yakni:

  1. Pengendalikan harga
  2. Menjaga stok komoditas
  3. Menjaga daya beli masyarakat dengan penguatan UMKM.
  4. Melakukan operasi pasar bahan pokok masyarakat
  5. Mempercepat belanja modal APBD 2022
  6. Optimalisasi bantuan sosial paska kenaikan harga BBM
  7. Perbaikan jalan jalur distribusi sentra penghasil cabe dan sayur
  8. Secara rutin melakukan sidak harga ke pasar
  9. Mencegah dan mengawasi penimbunan komoditas masyarakat
  10. Memperkuat sinergi antar stakeholder.

Untuk menekan inflasi, Melkianus mengimbau masyarakat melakukan empat hal. Pertama, melakukan penghematan konsumsi masyarakat. Kedua, gerakan menanam komoditas yang dapat dilakukan secara mandiri. Ketiga, memanfaatkan bansos pemerintah untuk memenuhi kebutuhan poko. Keempat, melakukan penghematan energi di setiap keluarga.