Sungai Melawi Tercemar Tumpahan Diduga CPO, Warga: Perusahaan Harus Tanggung Jawab

oleh
Peti kemas yang tumpah dan mencemari Sungai Melawi.

BERITA-AKTUAL.COM, SINTANG – Warga desa pesisir di Kecamatan Sintang meminta pihak perusahaan bertanggungjawab atas tercemarnya Sungai Melawi akibat tumpahan diduga CPO milik PT Wahana Plantation and Product (PT WPP) atau PT Julong. Mereka juga meminta pemerintah Kabupaten Sintang mengambil sikap tegas terhadap perusahaan yang mencemari lingkungan tersebut.

Desakan itu disampaikan warga menyusulnya kejadian tumpahnya tongkang berisi kontainer bermuatan diduga CPO di Sungai Melawi, 11 September 2022 lalu. Hingga hari ini Senin 19 September 2022, kondisi Sungai Melawi masih tercemar tumpahan CPO dan belum ditangani.

“Warga memang sangat mengeluhkan tumpahnya CPO ke Sungai Melawi. Karena masyarakat sekitar terdampak seperti di Desa Tertung, memang mandi ke Sungai, ngambil air minum juga ke Sungai. Bahkan desa-desa di hilir Sungai Melawi juga terdampak. Kami mohon pihak perusahaan bertanggungjawab. Penanganan pencemaran Sungai Melawi jangan sampai bertele-tele,“ pinta Sukarman, warga Desa Tertung Kecamatan Sintang, Senin 19 September 2022 di Sintang.

Ia bercerita, kejadian tersebut terjadi 11 September 2022 sekitar pukul 20.00 WIB. Ia menduga, kapal tongkang tersebut tidak memenuhi persyaratan. Pihak perusahaan mengisi CPO ke peti kemas menggunakan ponton. Sementara tongkangnya sendiri kosong.

“Karena muatannya puluhan ton, ketika peti kemas diisi CPO mungkin kapal menjadi miring, kemudian tergelincir dan tumpah ke Sungai Melawi. Akibat kejadian tersebut, sungai menjadi kotor karena tumpahan CPO itu, bahkan sampai ke Sintang,” bebernya.

Parahnya lagi, ungkap Sukarman, hingga saat ini masalah itu belum ditangani. Warga, kata Sukarman, sudah bertemu dengan Humas PT WPP. Mereka menyatakan sanggup menangani, namun belum ada kejelasan hingga saat ini.

Sukarman, warga Tertung dan Dodon, warga Baning Sintang.

Dodon Supriadi, warga Desa Baning Kota, Kecamatan Sintang, juga mengeluhkan hal serupa. Karena dilewati Sungai Melawi, kata dia, warga pesisir di Desa Baning Kota otomatis terdampak tumpahan CPO yang dimaksud.

“Kita pasti terdampak karena satu jalur dengan Sungai Melawi. Warga kita di Desa Baning yang berada di pesisir, MCK-nya memang di sungai. Ketika sungai tercemar, warga kesulitan. Mau kemana lagi warga memenuhi kebutuhan MCK? Karena sungai ini aset satu-satunya untuk MCK, warga ndak ada pilihan lain,” ucapnya.

“Tuntutan kami, sama seperti yang disampaikkan warga Tertung. Perusahaan harus bertangungjawab. Seperti apa pertangungjawabnya, mereka yang lebih tahu bagaimana menetralisir sungai Melawi yang sudah tercemar,” ucapnya.

Dodon juga meminta Pemerintah Kabupaten Sintang cepat tanggap terkait tercemarnya Sungai Melawi. “Karena permasalahan ini bukan baru terjadi hari ini. Tapi sudah terjadi seminggu terakhir, jadi belum ada tanggapan, belum ada penyelesaian. Pertemuan warga dengan pemerintah juga belum ada,” bebernya.

Dedy Suripto, Ketua Sebayu Sintang.

Dedy Suripto, Ketua Serumpun Bangsa Melayu (Sebayu) Sintang mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima masyarakat yang mengadukan pencemaran Sungai Melawi. Mereka merupakan perwakilan warga Tertung, Baning, Sengkuang dan Kelurahan Ladang.

“Beberapa hari ini, warga menghubungi saya sebagai Ketua Sebayu. Hari ini kita bertemu dengan sekitar 30-an orang, bahkan dihadiri ketua RT masing-masing wilayah. Intinya kita semua meminta pihak perusahaan untuk ikut bertanggung jawab terhadap pencemaran Sungai Melawi,” tegas Dedy.

Menurutnya, informasi terbaru yang didapat, ada limbah yang dibuang ke salah satu anak sungai. “Ini masih dugaan, akan kita cek. Karena ada selang yang difoto salah satu warga, memang ada dugaan itu,” ucapnya.

“Ini akan kita cek lagi, karena kalau benar terjadi dampaknya sangat berbahaya. karena daerah aliran Sungai Melawi ini sangat panjang. Jadi bukan hanya Desa Tertung yang terdampak, desa-desa lain banyak yang terdampak,” ujarnya.

Pertemuan Sebayu Sintang dengan warga pesisir Sungai Melawi.

Intinya, kata Dedy, dalam hal ini Sebayu Sintang kita memfasilitasi dan membantu masyarakat untuk mendapatkan keadilan. Pihaknya juga akan menyampaikan kejadian tersebut ke pemerintah Kabupaten Sintang.

Sementara itu, Anggota DPRD Sintang Dapil Sintang 1, Welbertus juga meminta pihak terkait terutama pemilik minyak agar melakukan langkah-langkah dalam mengatasi minyak tumpah di Sungai Melawi.

Terkait sikap pemerintah, berita-aktual.com sudah menanyakan melalui WhatsApp apakah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sintang sudah turun ke lapangan atau tidak. Apakah peti kemas atau kontainer yang tumpah tersebut berisi CPO atau minyak kotor, juga ditanyakan. Namun hingga Senin malam belum ada jawaban dari Kadis DLH Sintang, Edy Harmaini.