Ancaman Krisis Pangan, Imbau Petani Tingkatkan Produksi Pertanian

oleh
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Sintang, Elisa Gultom saat kegiatan Temu Lapangan Kelompok Tani Kecamatan Sungai Tebelian dan Dedai di Kebun Kelompok Tani Subur Makmur, Desa Gurung Kempadik, Kecamatan Sungai Tebelian.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang, Elisa Gultom mengatakan bahwa kondisi Indonesia tahun depan sedikit bermasalah karena ancaman krisis pangan. Makanya arahan Menteri Pertanian dua minggu lalu meminta pada seluruh jajaran Pemprov dan Pemkab untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Karena tren global sekarang, negara-negara penghasil pangan mulai menahan ekspornya.

“Mereka menahan ekspor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ini sebenarnya mengkhawatirkan untuk seluruh dunia. Jadi kalau negara penghasil beras seperti Thailand maupun Vietnam tidak lagi menjual berasnya ke luar negeri, bagaimana nasib konsumen lain yang menggantungkan hidupnya di situ? Demikian juga energi, mulai tahan menahan juga. Kalau dulu, setiap orang atau negara berebut menjual, sekarang berebut menahan. Nah, ini yang dikhawatirkan dunia pada tahun 2023. Sementara inflasi juga tinggi,” kata Gultom.

Oleh karena itu, sambung Gultom, tidak ada pilihan bagi para petani di Indonesia termasuk juga di Kabupaten Sintang agar terus menanam untuk meningkatkan produksi pertanian. “Terus menanam, tingkatkan terus produksi kita, apakah itu padi maupun holtikultura,” imbaunya.

Diungkapkan Gultom, dalam beberapa tahun terakhir ini, Sintang sedang giat-giatnya mencanangkan mandiri ditiga komoditas produksi holtikultura. “Yang pertama, sawi. Nah kita sangat berterima kasih pada Bu Sekda yang telah menginisiasi kemandirian sayur sawi di Kabupaten Sintang. Ini luar biasa,” ujarnya.

“Beliau ini, sekarang menjadi ahli holtikultura. Dimana-mana bicara tentang sawi, semangka dan cabe. Yang saya lihat itu berhasil. Terima kasih Bu Sekda,” ucapnya.

Dikesempatan itu, Gultom juga memuji Bupati Sintang Jarot Winarno. Gultom menyebut, Bupati Sintang kalau sudah bicara soal sawit, karet dan kopi, dia adalah ahlinya.

“Bicara soal kelembagaan petani, pastinya Ketua Dewan sangat piawai. Namun bicara dalam konteks irigasi, ada Kepala Dinas Pekerjaan Umum. Dalam konteks pertanian, memang dua-duanya kita butuhkan. Jalan juga perlu. Apalagi irigasi,” ujarnya.