Pupuk Subsidi Langka, Sekda Sintang Dorong Petani Bikin Kompos

oleh
Yosepha Hasnah, Sekda Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Semua petani di Kabupaten Sintang mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi di pasaran. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan belum ada solusi hingga saat ini. Kondisi ini diperparah dengan harga pupuk non subsidi yang sangat mahal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Yosepha Hasnah mengatakan, dengan adanya kondisi tersebut maka pihaknya mendorong agar petani bisa membuat pupuk sendiri yakni pupuk kompos. Agar tidak lagi terlalu bergantung dengan pupuk subsidi.

“Caranya, menanam sayur sambil juga beternak sapi atau kambing. Nanti kotoran ternak tersebut bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos,” kata Yosepha Hasnah.

Dikatakan Yosepha Hasnah, soal pupuk bersubsidi, untuk kota dan menemtukan pihak yang berhak menerima merupakan kebijakan pemerintah pusat. Diakuinya petani di Kabupaten Sintang selama ini memang mengeluhkan langka dan mahalnya pupuk bersubsidi ini.

“Memang ada pengurangan kuota pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat. Kami melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan sedang mendata kebutuhan para petani sayur dan padi akan pupuk bersubsidi ini, untuk kemudian kita perjuangkan ke pemerintah provinsi Kalbar dan pemerintah pusat. Sehingga meskipun ada pengurangan kuota, petani di Kabupaten Sintang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi,” katanya.

Ketua Kelompok Tani Subur Makmur, Tugiono mengatakan bahwa selama ini petani untuk membuat pupuk kandang harus mendatangkan kotoran dari Singkawang. Makanya Kelompok Tani Subur Makmur selain bertani juga beternak yang nanti bisa dimanfaatkan untuk pupuk.

Ia mengungkapkan, selama ini para petani sangat sulit untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Apalagi menurut laporan PPL bahwa pada tahun 2023 mendatang untuk kuota pupuk subsidi diperkecil. Kemudian untuk syarat mendapatkan pupuk subsidi juga semakin rumit.

“Info darI PPL, yang bisa menerima pupuk subsidi pada tahun depan hanyalah petani cabe, padi, jagung dan kedelai. Jadi gimana nasib kami yang menanam sayuran ini kalau tidak bisa menggunakan pupuk subsidi? Jadi kami mohon support dan bantuannya, agar kami petani sayur bisa mendapatkan pupuk subsidi. Karena kalau mengandalkan pupuk non subsidi kami tidak mampu, harganya sangat mahal diatas Rp 900 ribu,” ungkapnya.