45 Perusahaan Sawit Berinvestasi di Sintang

oleh
Foto bersama usai pembukaan Workshop Pengelolaan Areal Bernilai Konservasi Tinggi di Konsesi Perkebunan Kelapa Sawit dan Launching Ekspose Progress Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang Elisa Gultom mengatakan bahwa jumlah perkebunan kelapa sawit yang berinvestasi di Bumi Senentang sebanyak 45 perusahaan.

“Sampai hari ini jumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sintang yang telah diterbitkan Izin Usaha Perkebunan (IUP) berjumlah 45 perusahaan. Dengan luasan realisasi tanam inti dan plasma seluas 192 ribu hektar. Dari luasan tersebut seluas 55 ribu hektar merupakan kebun plasma,” ungkap Gultom.

Hal itu disampaikannya ketika menyampaikan sambutan saat acara Workshop Pengelolaan Areal Bernilai Konservasi Tinggi di Konsesi Perkebunan Kelapa Sawit dan Launching Ekspose Progress Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit di Kabupaten Sintang, Selasa 11 Oktober 2022 di Hermes Sky Lantai 3 Hotel My Home Sintang.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Sintang Jarot Winarno. Hadir Wakil Bupati Sintang Melkianus, Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny, Kasat Pol PP Sintang Siti Musrikah, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pimpinan perusahaan di Kabupaten Sintang, lembaga mitra pembangunan seperti Sekber Forum Multipihak Lestari Kabupaten Sintang, Rainforest Aliance, WWF Indonesia, Solidaridad, UNDP-Kalfor Representatif dan CSR Representatif.

Ia mengatakan, di Kabupaten Sintang sendiri telah berdiri 11 pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) dengan total kapasitas terpasang sebesar 640 ton Tandan Buah Segar (TBS) per jam. Jika dilihat dari kapasitas pabrik terpasang, maka Sintang bisa mengolah 3,8 juta ton TBS per tahun.

“Akan tetapi berdasarkan laporan produksi PKS di Kabupaten Sintang baru mengolah sekitar 1,3 juta ton TBS pertahun. Hal ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas rata-rata kebun baik itu swasta maupun pekebun mandiri,” ujar Gultom.

Hal ini, kata Gultom, tentu menjadi tantangan kita semua untuk mengatasinya. “Yakni dengan pengelolaan kebun yang baik sehingga produktivitas dapat ditingkatkan,” tegas Gultom.