Gegara Jembatan Rusak, Pelajar di Pedalaman Sempat Putus Sekolah

oleh

BERITA-AKTUAL.COM – Gegara jembatan gantung Desa Nanga Masau Kecamatan Kayan Hulu roboh akibat banjir beberapa waktu, mengakibatkan siswa tak bisa pergi ke sekolah. Mirisnya ada anak-anak yang sempat memilih putus sekolah karena tak mungkin berenang menyeberangi sungai.

“Memang ada anak sekolah yang sempat berhenti karena jembatan roboh. Tapi ketika mendapat informasi kalau jembatan itu akan diperbaiki dan ada tindaklanjut dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang, yang bersangkutan memutuskan sekolah kembali,” ungkap Yudius.

Ia mengatakan, dirinya mengetahui informasi tersebut karena memang memonitor perkembangan anak-anak di sana. Dan sangat fatal sekali apabila jembatan itu tidak dikerjakan. Kondisi itu akan menghambat transportasi masyarakat serta anak-anak yang hendak pergi ke sekolah.

“Jembatan itu roboh pada tahun ini, tahun 2022. Perbaikan jembatan sudah diusulkan. Usulan perbaikan sudah direspon BPBD Sintang. Mereka sudah survei dan sebentar lagi dikerjakan. Saya berharap jembatan itu cepat diperbaiki. Agar aktivitas warga kembali normal,” harapnya.

Jembatan gantung di Desa Nanga Masau, rusak berat diterjang banjir bandang pada 2 Agustus 2022 pagi. Jembatan ini, merupakan penghubung antara Dusun Batu Lalu dan Dusun Masau Satu. Jembatan ini merupakan akses satu-satunya masyarakat setempat termasuk pelajar yang sekolah di SDN 06 Nanga Masau.

Nanga Masau merupakan desa di perhuluan di Kecamatan Kayan Hulu, termasuk Desa Merah Arai dan Tapang Menua, Tanjung Miru dan banyak desa lainnya. Akses menuju Desa ini, hanya melalui sungai dengan menggunakan longboat. Waktu tempuh perjalanan bisa berjam-jam. Semuanya tergantung kondisi sungai. Jika musim kemarau, perjalanan akan lebih sulit bahkan bisa memakan waktu berhari-hari.

Yudius menyebut, akses sebagian besar desa-desa di Kecamatan Kayan Hulu memang lewat jalur sungai. Jumlah desa yang masih menggunakan jalur sungai mencapai 70 persen.