Penjelasan BPBD soal Penanganan Pengungsi Banjir Sintang

oleh
Pengungsi di Gedung Cadika diperiksa oleh tim medis Puskesmas Tanjungpuri dan Dinkes Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Puluhan warga dari berbagai desa dan kelurahan di Kecamatan Sintang sudah mengungsi akibat banjir yang tak kunjung surut. Di kota Sintang, salah satu tempat pengungsian adalah Gedung Cadika. Total pengungsi yang berada di tempat tersebut hingga Kamis pagi 13 Oktober 2022, sebanyak 43 orang.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang, Bernhad Saragih mengatakan bahwa untuk menangani pengungsi di Gedung Cadika, pihaknya sudah koordinasi dengan Camat Sintang agar menggunakan lumbung sosial. “Tadi malam sudah bergerak. Selain itu, Dinsos juga sudah saya minta ke sana,” kata Saragih.

Kemudian, kata Saragih, tim dari Satgas BPBD Sintang juga akan turun ke Gedung Cadika untuk mengecek kebutuhan pengungsi. “Kami cek untuk mengetahui kebutuhan apa sih yang perlu didukung. Karena lokasi pengungsian bukan hanya di situ, tapi tempat lain juga harus diperlakukan sama. Apalagi banjir ini merendam 10 kecamatan. Kita berharap tidak ada korban jiwa, itu yang paling utama,” tegasnya.

Saragih menyampaikan bahwa pihaknya juga sudah meminta semua camat agar melaporkan lokasi pengungsian. Jika semua sudah terdata, bantuan akan disalurkan satu pintu. “Titik-titik pengungsian akan kita drop bantuan, tapi lebih dulu berkoordinasi dengan camat. Intinya, kita tidak mau lama-lama menahan bantuan,” tegasnya.

Koordinator Pengungsi Pramuka Peduli Kwarcab Sintang, Dedi Alamsyah mengatakan bahwa warga yang menggungsi di Gedung Cadika berasal dari sejumlah desa dan kelurahan. Terutama dari Kelurahan Ulak Jaya, KKI, Masuka dan Baning. “Ada yang lansia, dewasa dan bayi. Bayi yang mengungsi jumlahnya 3 orang,” ungkap Dedi.

Selain itu, kata Dedi, dirinya baru mendapat telepon dari Lurah Mekar Jaya yang mengabarkan bahwa ada 20 warganya yang akan mengungsi ke Gedung Cadika. “Ada juga tambahan pengungsi dari Masuka. Jika semuanya sudah datang, sekitar 70 warga yang mengungsi di Cadika, Gedung Kwarcab Sintang,” ungkapnya.

Warga yang mengungsi di Gedung Cadika sudah berada di tempat tersebut kurang lebih 3 hari. Mereka menempati kamar-kamar yang tersedia di bangunan itu. “Untuk daya tampung, bisa 150 orang. Semuanya di dalam ruangan. Jadi kepada masyarakat yang ingin mengungsi, silakan datang,” ujarnya.

Untuk bantuan logistik, kata Dedi, hingga saat ini masih mengandalkan swadaya dari Pramuka sendiri, kemudian mendapat suplai nasi bungkus dari Kodim Sintan dan Masjid Abu Bakar. “Bantuan itu nasi bungkus dan air minum. Nasi bungkus diberikan dua kali sehari. Di Gedung Cadika, saat ini juga sudah dibuat posko dari Dinas Kesehatan dan Basarnas,” katanya.

Sementara itu, berdasarkan data BPBD Sintang per 12 Oktober 2022, banjir telah merendam 10 kecamatan. Sedangkan jumlah jiwa terdampak sebanyak 49.875 atau 13.505 Kepala Keluarga (KK).