Sintang Banjir Lagi, Pembangunan Geobag Rp 28 M Mubazir

oleh
Banjir di Jalan Tengku Umar Kelurahan Ladang. Tak tampak lagi geobag yang dipasang di pinggir Sungai Melawi karena sudah terendam air.

BERITA-AKTUAL.COM – Sintang banjir lagi. Saat ini sudah merendam 10 kecamatan. Desa dan kelurahan pesisir di Kota Sintang terdampak cukup parah dengan ketinggian air 50 centimeter-1 meter.

Intensitas hujan yang tinggi beberapa hari terakhir ditengarai jadi penyebab banjir Sintang. Meski tahun lalu Kementerian PUPR sudah membangun Geobag, namun proyek dengan biaya Rp 28 miliar di Kelurahan Ladang dan Kelurahan Alai ini tak mampu menahan luapan air Sungai Melawi.

Syahroni, warga Kelurahan Ladang ketika melintas menggunakan sampan di Jalan Tengku Umar yang sudah tergenang banjir.

Kondisi terkini, dibeberapa titik geobag tersebut bahkan sudah tenggelam oleh banjir. Ironisnya, tujuan pembangunan geobag adalah untuk menahan banjir.

Syahroni, warga RT 2 RW 1 Kelurahan Ladang, Kecamatan Sintang menyebut bahwa pembangunan Geobag untuk pengendalian banjir Sintang tersebut proyek mubazir.

“Buktinya sekarang, ketika banjir datang geobag tidak efektif sama sekali. Geobag sudah tenggelam oleh banjir. Bahkan beberapa kantong geobag di depan gang saya sudah bocor. Boleh dikatakan Rp 28 M untuk bangun geobag kegiatan yang mubazir di tempat kami,” kata Roni, Kamis 13 Oktober 2022.

Geobag pengendali banjir yang dinilai sebagai proyek mubazir.

Dengan adanya kondisi tersebut, kata Roni, kedepan akan rawan bencana baru. Ketika air surut dan kayu-kayu cerucuk membusuk, pasir berisi geobag akan jatuh ke bawah membawa badan jalan. “Jadi siap-saja nanti Jalan Tengku Umar di Kelurahan Ladang sampai Baning akan tejadi bencana baru apabila pemerintah tidak tanggap dengan kejadian ini. Apabila ini terjadi, kerugian masyarakat tentu sangat besar,” ujarnya.

Dikatakan Roni, hingga saat ini Jalan Tengku Umar tak tampak daratan lagi karena sudah terendam banjir. Bahkan banjir tersebut sudah menutup tumpukan geobag yang dipasang Kementerian PUPR.

“Geobagnya sudah tenggelam, tidak ada yang tampak lagi. Artinya, apa yang pernah saya sampaikan dulu bahwa geobag tidak efektif, sekarang terbukti. Jadi sekarang silakan pemerintah untuk mengambil langkah antisipasi sebelum terjadi bencana baru di tempat kami,” ujarnya.

“Jika terjadi bencana baru akibat pembangunan geobag, kami akan menuntut pemerintah,” tegas Roni.

 

Jalan Ditinggikan

Hafiddin, Sekretaris Umum ICMI Sintang.

Sekretaris Umum Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Sintang, Hafiddin menilai bahwa salah satu upaya yang tepat untuk menangani banjir di Kacamatan Sintang adalah meninggikan badan jalan. Mengingat banjir yang terjadi selama ini membuat banyak badan jalan di desa dan kelurahan di Kota Sintang terputus.

“Dengan meninggikan badan jalan, ketika tiap tahun banjir saya pikir ndak akan jadi masalah bagi warga. Karena akses transportasi sudah lancar. Makanya saya berharap agar Pemkab Sintang mengusulkan peninggian badan jalan tersebut,” sarannya.

Karena, ketimbang alokasi anggaran digunakan untuk membangun geobag seperti tahun, sekarang terbukti tidak bermanfaat. “Padahal jika anggaran Rp 28 untuk bangun geobag dilokasikan untuk peninggian badan jalan dalam kota, menurut saya sudah cukup. Tapi pemerintah pusat tidak melakukan itu,” sesalnya.

Kedepan, ia berharap BNPB mengecek langsung dampak banjir di Kabupaten Sintang. Agar banjir tidak menjadi bencana menahun. “Kita hanya minta peninggian badan jalan. Itu merupakan salah satu solusi yang sangat penting,” tegasnya.