Tiga Bulan Terakhir Kasus DBD Meningkat di Wilayah Puskesmas Tanjung Puri

oleh
Petugas ketika melakukan fogging atau pengasapan di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Tanjung Puri, dr Andar Jimmy Pintabar mengungkapkan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mengalami peningkatan saat musibah banjir melanda Bumi Senentang. Bahkan juga paska banjir seperti saat ini.

“Untuk kasus DBD itu mengalami peningkatan pada bulan Agustus hingga bulan Oktober ini. Memang terjadi peningkatan kasus,” kata Andar ketika ditemui berita-aktual.com di Puskesmas Tanjung Puri, belum lama ini.

Bahkan pada bulan Oktober saja hingga tanggal 21 Oktober lalu, kata Andar, sudah ada 8 kasus DBD. Bulan September lalu ada 10 kasus DBD.

“Jadi ada peningkatan dimulai mulai Agustus, September dan Oktober ini. Setengah bulan saja sudah ada 8 kasus di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri yang dilaporkan ke kita. Memang ada peningkatan kasus DBD dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,” ungkapnya.

Dikatakan Andar, kasus DBD tersebut ada yang diderita anak-anak dan juga dewasa. “Kebanyakan memang anak-anak yang banyak kena DBD ini,” ujarnya.

Andar menjelaskan, untuk mencegah DBD pihaknya lebih mengutamakan edukasi pada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan. Lakukanlah 3 M (membersihkan lingkungan, membersihkan bak penampungan air dan mengubur barang bekas yang bisa menjadi tempat penampungan air).

“Kita juga membagikan bubuk abate. Kita juga melakukan fogging atau pengasapan,” katanya.

Andar menegaskan, perlu diketahui bahwa fogging itu dilakukan bukan untuk pencegahan. Fogging itu dilakukan ketika ada kasus.

“Nah, kita di Puskesmas Tanjung Puri sudah melakukan fogging ke seluruh sekolah di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri. Serta di posko pengungsian banjir beberapa waktu lalu. Ini sebagai langkah antisipasi mengingat terjadi penumpukan di pengungsian,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Andar, Puskesmas Tanjung Puri juga melakukan fogging ke rumah-rumah warga yang terkena DBD.

“Tapi saya sampaikan lagi bahwa fogging itu bukan untuk pencegahan. Jadi mohon maaf ketika ada masyarakat yang meminta fogging tapi tidak ada kasus, tidak kami layani. Karena lebih baik pencegahan dengan 3M,” pungkasnya.