Kasus 61 Ton Zirkon di Nanga Jetak, Polres Sintang Tetapkan Dua Tersangka

oleh
Tersangka kasus 61 ton zirkon di Nanga Jetak, Kecamatan Dedai yang diamankan Polres Sintang (paling kanan). Kedua tersangka adalah pembeli dan pengepul.

BERITA-AKTUAL.COM – Kapolres Sintang, AKBP Tommy Ferdian menyampaikan perkembangan penyidikan kasus 61 ton zirkon di Dusun Beringin Jaya Desa Nanga Jetak Kecamatan Dedai. Saat ini dua orang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Tersangka yang kita amankan berinsial S dan A. Barang bukti pasir zirkon 61 ton sudah kita amankan,” kata Kapolres saat press release, Selasa 1 November 2022.

Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Idris Bakara menegaskan bahwa sampai saat ini penanganan kasus zirkon berjalan sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada.

“Bahkan kita sudah menahan dua tersangka. Kedua orang tersebut adalah pengepul dan pembeli yang diamankan Polsek pada saat penangkapan,” bebernya.

“Jadi kalau ada pemberitaan di luar yang aneh-aneh terkait kasus zirkon ini, kita luruskan pada hari ini. Di depan kita ini ada tersangkanya dua orang,” ujarnya.

Idris mengatakan bahwa semua proses tersebut berjalan tanpa halangan. Untuk kedepan, Polres Sintang akan melakukan pemeriksaan saksi ahli terkait hasil tambang yang kita amankan dan sudah jadi barang bukti.

“Kita juga melakukan pemeriksaan terhadap pemilik perusahaan. Sejauh ini hasil pemeriksaan kita perusahaan itu memiliki izin,” katanya.

Namun izin yang ada dengan fakta di lapangan berbeda. Hasil dari pembelian yang mereka lakukan tidak sesuai dengan tonase yang ada di perizinan dan di lapangan.

“Jadi ada selisih sekitar 40-an ton yang tidak sesuai perizinan. Jadi yang kita duga merupakan hasil dari tambang liar,” jelasnya.

Karena, sambung Idris, dari hasil pemeriksaan terhadap kedua tersangka, mereka mengaku mendapatkan zirkon dari masyarakat dari hasil tambang liar.