Masih Banyak Anak yang Pergi ke Sekolah dengan Perahu

oleh
Pelajar di Ketungau berangkat ke sekolah dengan mendayung sampan.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar menyampaikan bahwa di sejumlah daerah di Bumi Senentang, masih banyak akses anak-anak menuju sekolah dominan menggunakan perahu.

“Saya pernah lihat di Serawai, Ambalau, wilayah Ketungau masih menggunakan perahu. Yang mana perahu tersebut merupakan swadaya masyarakat. Kebetulan warga punya speedboat atau perahu, jadi siswa bisa numpang ketika hendak pergi ke sekolah,” ungkap Lindra.

Makanya ketika ada bantuan dari Yayasan Rumah Asuh Indonesia berupa perahu pendidikan kepada SDN 06 Nanga Sekapat, Desa Tirta Karya, Kecamatan ketungau Tengah, Lindra mengaku sangat senang dan bersyukur.

“Ini luar biasa ada perahu pendidikan dari Yayasan Rumah Asuh yang memberikan sumbangsih berbentuk armada perahu untuk membantu masyarakat.  Khususnya anak-anak sekolah di Desa Tirta Karya, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, bahwa perahu yang diberikan oleh Yayasan Rumah asuh yakni speedboat 15 PK dan longboat dengan panjang 9 meter. Perahu tersebut mampu memuat penumpang hingga 34 orang.

“Meskipun perahunya bisa memuat siswa sangat banyak, saya harap kapasitasnya diperhatikan dengan baik agar tidak over kapasitas. Saya juga berpesan kepada SDN 6 Nanga Sekapat agar perahu dimanfaatkan dengan baik, dijaga serta dipelihara,” pesannya.

“Boleh saja dipakai untuk kegiatan sosial seperti membawa orang sakit untuk berobat. Jangan pula digunakan untuk membawa rumput,” ujarnya.

Jadi silakan dikelola dengan baik untuk membantu akses anak-anak kita pergi ke sekolah. Tunjuk pengelola yang bertanggungjawab atas operasional perahu tersebut. “Selain itu, sekolah juga harus memikirkan soal tenaga dan BBM untuk operasional perahu,” pesannya lagi.

Bupati Sintang, Jarot Winarnomengatakan bahwa kehadiran perahu pendidikan ini luar biasa. Ia berharap kedepannya agar program seperti serupa dan dapat dikembangkan lagi.

“Tolong nanti dikembangkan lagi untuk dijadikan perpustakaan keliling. Buatlah perpustakaan apung, diisi dengan buku-buku. Agar, anak gemar membaca buku,” pinta Jarot.