Tanggapan Kadisdik soal Kekurangan Guru di Sintang

oleh
Lindra Azmar menghadiri Launching Perahu Pendidikan Untuk Negeri yang dilaksanakan di ruang kelas SDN 06 Nanga Sekapat oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, Lindra Azmar menanggpi keluhan sekolah soal jumlah guru yang kurang di sejumlah daerah terutama di pedalaman. Lindra mengatakan bahwa Bupati Sintang bersama DPRD serta Dinas Pendidikan sudah memikirkan kondisi guru SD yang semakin sedikit.

Hal itu disampaikan Lindra saat menghadiri Launching Perahu Pendidikan Untuk Negeri yang dilaksanakan di ruang kelas SDN 06 Nanga Sekapat, Desa Tirta Karya, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, beberapa waktu lalu.

“Jumlah guru yang makin sedikit karena yang pensiun semakin banyak. Sementara penerimaan tenaga guru terbatas. Mudah-mudahan kita tidak ada lagi penghapusan tenaga honorer guru. Kalau itu terjadi, kita ndak tahu lagi bagaimana cerita di sekolah. Kita sudah berjuang. Dan kekurangan guru ada di mana-mana,” kata Lindra.

“Ini masih bersyukur Pak, dari 124 siswa, ada 4 guru ASN. Sementara ada sekolah yang hanya punya satu ASN saja yakni kepala sekolah. Saya miris Pak, prihatin. Tapi mau gimana, seperti itulah kondisinya,” katanya.

Lindra juga mengaku senang dengan kebijakan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI Nadiem Anwar Makarim yang masih memperbolehkan guru honor GTT dibiayai dari Dana Operasional Sekolah (BOS).

“Untuk honor daerah kita sudah dibatasi karena terkait aturan. Mudah-mudahan kedepan guru kita semakin bertambah. Karena dengan pertambahan jumlah penduduk maka jumlah siswa ada kemungkinan meningkat,” katanya.

Dikesempatan itu Lindra juga menanggapi usulan kelas jauh menjadi sekolah negeri. “Silakan saja diajukan. Tapi kami akan survei lebih dulu,” katanya. “Kami akan melihat aset tanahnya. Apakah bermasalah atau tidak dan luasnya cukup. Paling tidak satu hektar,” sambungnya.

Kemudian, dilihat jumlah siswa. Ketiga, kesiapan guru untuk mengejar di kelas jauh. “Jadi monggo saja diajukan. Kalau sudah memenuhi syarat ndak masalah untuk menjadi sekolah negeri,” pungkasnya.