Penanganan Penyakit Menular Jadi Perhatian Serius Dinkes Sintang

oleh
Darmadi, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Darmadi mengungkapkan bahwa dalam melaksanakan tupoksinya tidak ada istilah penanganan penyakit yang jadi prioritas atau tidak. Mengingat yang ditangani bidang yang dipimpinnya adalah penyakit menular dan penyakit tidak menular.

“Tapi ya rata-rata prioritasnya penyakit menular supaya tidak terjadi yang namanya Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah,” kata Darmadi pada media berita-aktual.com ketika ditemui di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, belum lama ini.

Untuk penanganan penyakit menular, kata Darmadi, semuanya tergantung dengan kondisi yang sedang terjadi. Seperti penanganan Corona Virus Disesase atau Covid-19, hepatitis misterius yang sempat jadi isu nasional namun tidak ada kasus di Sintang, rabies hingga banyak penyakit-penyakit lainnya.

“Yang jelas yang jadi prioriotas tetap penyakit menular. Soal penyakit lain seperti kaki gajah juga jadi perhatian. Tapi secara internasional, WHO selalu mengawasi. Indonesia harus bebas juga, tapi Sintang sudah nol kasus dari hasil pemeriksaan lalu. Seperti di Nanga Tebidah Kecamatan Kayan Hulu, Nanga Mau Kecamatan Kayan Hilir, serta daerah Pandan yang sempat banyak kasus,” ungkapnya.

Untuk rabies, kata Darmadi, yang jadi perhatian Dinkes Sintang adalah kasus gigitan anjing. Sejak awal tahun hingga saat ini, kasus gigitan anjing selalu ada.

“Untuk tahun 2022, kasus gigitan anjing lebih dari 300-an kasus. Kasus gigitan anjing ini tetap harus mendapat suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Kalau kena gigitan anjing namun tidak terbukti rabies, masih bisa terselamatkan,” ujarnya.