Banyak Kasus TBC Namun Belum Terdeteksi

oleh
dr. Haryono Linoh, Kepala Puskesmas Sungai Durian.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sungai Durian, dr Haryono Linoh menjelaskan kasus TBC di wilayah kerjanya cukup banyak yang belum terdeteksi. Makanya akan berusaha dikejar penemuan kasusnya akan bisa ditangani dengan baik

“Penderita TBC ini juga sedang dikejar. Karena penderita TBC masih banyak di masyarakat. Dan masih banyak belum dideteksi. Jadi masih kita cari-cari juga,” kata Haryono Linoh.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah berusaha melakukan skrining-skrining atau pemeriksaan untuk mendapatkan pasien TB. “Setelah itu pasien TB harus diterapi sampai sembuh. Kendala pasien TBC inikan biasanya malu,” kata Haryono Linoh.

Sementara itu, dalam upaya mengeliminasi TBC, pemerintah membuat Peraturan Presiden (Perpres) nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Mengacu pada WHO Global TB Report tahun 2020, 10 juta orang di dunia menderita TBC dan menyebabkan 1,2 juta orang meninggal setiap tahunnya.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia dengan perkiraan jumlah orang yang jatuh sakit akibat TBC mencapai 845.000 dengan angka kematian sebanyak 98.000 atau setara dengan 11 kematian/jam. Penanggulangan TBC telah dilaksanakan sejak lebih dari 70 tahun yang lalu di Indonesia, namun Indonesia masih menduduki peringkat  negara dengan beban TBC ke-2 tertinggi di dunia dengan jumlah kasus sekitar 845.000 per tahun.

Upaya penanggulangan TBC di Indonesia dapat dikatakan menemui banyak tantangan, di antaranya dengan munculnya pandemi Covid-19 sehingga fokus program kesehatan dialihkan untuk penanggulangan pandemi. Kondisi ini menyebabkan mereka rentan tertular TBC, ini tentunya berisiko meningkatkan jumlah kasus serta sumber penularan TBC.

 

Pasien Hipertensi Tinggi

Selain itu, ungkap Haryono Linoh, pasien hipertensi saat ini banyak sekali di wilayah Puskesmas Sungai Durian. Cuma mereka belum berobat secara teratur. Jadi indeks keluarga sehat itu penderita hipertensi harus berobat secara teratur. Harus minum obat dengan rutin.

“Bukan karena mengganggap sudah baik-baik saja, kemudian stop minum obat yang mengakibatkan tekanan daerahnya tidak terkontrol,” jelasnya.