Pengaruh Cuaca, Penyakit ISPA dan Diare Tinggi di Wilayah Puskesmas Nanga Lebang

oleh
David Hermaini, Kepala Puskesmas Nanga Lebang.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskemas Nanga Lebang, David Hermaini mengungkapkan bahwa jumlah penyakit yang paling banyak diderita warga saat ini di wilayah Puskesmas Nanga Lebang adalah Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan diare. Penyakit tersebut memang kerap muncul karena cuaca akhir-akhir ini yang tidak menentu.

“Penyakit ISPA dan diare paling banyak diderita warga karena pengaruh cuaca yang suka berubah-ubah terus ditambah dengan kondisi banjir. Untuk penyakit lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), sementara ini belum ada,” ungkap David pada berita-aktual.com di sela menghadiri rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional (Harkesnas) ke 58 di Dinas Kesehatan Sintang, Sabtu 12 November 2022.

Dikatakan David, total ada empat desa binaan Puskesmas Nanga Lebang. Dari empat desa tersebut semuanya sering terdampak banjir. Cuma Desa Sungai Lais sering terdampak banjir kiriman dari hulu. Jadi banjir di desa tersebut tidak terlalu lama. Dua sampai tiga hari sudah surut.

“Akan tetapi, di tiga desa lainnya seperti Desa Nanga Lebang, Desa Karja Jaya Bhakti dan Desa Mandiri Jaya itu sering tergenang banjir,” jelasnya.

Saat banjir melanda wilayah binaan beberapa waktu lalu, kata David, Puskesmas Nanga Lebang melaksanakan kegiatan Puskesmas Keliling pada warga terdampak banjir. “Dalam kegiatan Puskesmas keliling tersebut, kita melakukan pengobatan gratis pada warga terdampak banjir,” bebernya.

Selain itu, kata David, ketika Nanga Lebang dilanda banjir tinggi, bangunan Puskesmas lama tak hanya digunakan untuk lokasi pengungsian. Tetapi juga untuk lokasi pengobatan. “Kita juga memanfaatkan lokasi PLN, karena tempatnya agak tinggi kita gunakan juga untuk tempat pengobatan gratis untuk warga terdampak banjir dengan mendirikan tenda,” jelasnya.