Ini Dokter Spesialis yang Dibutuhkan Sintang

oleh
dr. Harysinto Linoh, Kepala Dinas Kesehatan Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr Harysinto Linoh mengungkapkan bahwa untuk menunjang pelayanan pada masyarakat, Kabupaten Sintang membutuhkan banyak tenaga dokter. Baik itu dokter umum maupun dokter spesialis.

“Untuk dokter spesialis, Kabupaten Sintang masih membutuhkan dokter spesialis bedah tulang. Kabupaten Sintang juga kekurangan dokter spesialis Rehabilitasi Medik. Sintang membutuhkan satu dokter spesialis anestesi. Kemudian dokter mata, patalogik klinik dan spesialis radiologi juga belum dimiliki Kabupaten Sintang,” ungkap Harysinto Linoh pada berita-aktual.com di Dinkes Sintang, belum lama ini.

Harysinto Linoh bercerita, untuk dokter spesialis bedah tulang, saat ada satu orang yang sedang menjalani tugas belajar dari Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Ia berharap dokter spesialis tersebut bisa selesai dalam waktu dua sampai tiga tahun lagi,” kata dia.

“Pemda Sintang juga sedang mengirim dokter spesialis rehabilitasi medik untuk tugas belajar, dia kurang lebih satu tahun lagi selesai. Untuk dokter spesialis anestesi, Kabupaten Sintang hanya punya satu dokter saja yang merangkap ke seluruh rumah sakit di Kabupaten Sintang. Sehingga Sintang membutuhkan satu dokter spesialis anestesi lagi,” bebernya.

Dikatakan Harysinto, sedangkan untuk dokter umum, Kabupaten Sintang masih kekurangan 14 dokter umum. Kabupaten Sintang telah kehilangan 14 dokter umum karena para dokter tersebut telah diterima menjadi CPNS di kabupaten lain pada tahun 2021 lalu.

“Mereka ada yang diterima CPNS di Kabupaten Melawi, Sekadau, Kapuas Hulu dan Singkawang. Sementara Kabupaten Sintang mendapatkan kuota CPNS untuk formasi dokter tidak sampai 10 orang,” jelasnya.

Salah satu tempat pelayanan yang kekurangan dokter adalah Rumah Sakit Pratama Serawai kekurangan satu orang dokter umum. Kemudian di Puskesmas Merakai tidak memiliki dokter umum. Hanya kepala puskesmasnya saja yang dokter umum. Sedangkan dokter umum fungsionalnya tidak ada. Begitu juga dengan Puskesmas Sungai Durian yang kekurangan 6 dokter umum.