Desa Kemantan jadi Lokus Stunting di Wilayah Puskesmas Sepauk

oleh
dr March Feredrik Jaya Lumban Tobing, Kepala Puskesmas Sepauk.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Sepauk, dr March Feredrik Jaya Lumban Tobing mengatakan bahwa Desa Kemantan jadi lokus penanganan stunting di wilayah Puskesmas Sepauk.

“Untuk stunting, kita tahun ini dapat satu lokus stunting di Sepauk Hulu daerah Sekubang tepatnya Desa Kemantan,” ungkap dr March Feredrik Jaya Lumban Tobing pada berita-aktual.com ketika ditemui di Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, belum lama ini.

Untuk lokus stunting di Desa Kemantan, kata dr March Feredrik Jaya Lumban Tobing, setelah dicek oleh petugas ternyata tidak ada kasus. “Setelah kita cek, tidak ada kasus stunting di sana,” ungkapnya.

Ia menyebut, kasus stunting di Puskemas Sepauk pada tahun 2022 bisa dikatakan tidak ada. “Terkait penyebab lepas stunting, yang pasti stunting ini kan 1.000 hari kehidupan kan, jadi penyebabnya kompleks,” jelasnya.

“Mulai dari ibu masa di kandungan, bagaimana perawatan si ibu, bagaimana asupannya, kemudian setelah dilahirkan bagaimana hidupnya, jadi banyak aspek dinilai. Aspek sumber air bersih juga berpengaruh. Ya, kehidapan 1.000 hari pertama lah sangat berpengaruh,” katanya.

Dikatakan dr March Feredrik Jaya Lumban Tobing, stunting itu penyebabnya bukan hanya pada gizi saja. Tapi ada masalah lain yang mendukung.

“Misalnya pengetahuan ibu, kemudian lingkungan seperti sumber air bersihnya gimana, jambannya gimana, tempat buang air besar (BAB) nya gimana, pola BAB nya gimana, apakah BAB sembarang tempat, itu juga berpengaruh,” tegasnya.

 

Program Puskesmas

dr March Feredrik Jaya Lumban Tobing menjelaskan banyak program Puskesmas Sepauk yang dilaksanakan tahun 2022. Untuk program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), mulai dari pemeriksaan ibu hamil, kelas bumil, pembagian tablet tambah darah hingga posbindu.

“Posbindu itu seperti Posyandu. Jadi itu pemeriksaan kesehatan kepada warga usia 15-59 tahun. Itu dilakukan rutin setiap bulan di setiap desa. Setiap desa sudah menjadwalkan untuk kegiatan Posbindu ini,” jelasnya.

Untuk melaksanakan program tersebut, petugas Puskesmas Sepauk langsung turun ke lapangan. Misalnya bidan, Kesling dan gizi juga turun untuk kegiatan di satu desa. “Jadi kalau ada kegiatan misalnya KIA, ndak hanya bidan yang turun. Kita keroyokan dengan menurunkan tim,” pungkasnya.