Banjir di Desa Tebing Raya, Ekonomi Warga Lumpuh

oleh
Hardiman, Kades Tebing Raya, Kecamatan Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM -Kepala Desa Tebing Raya Kecamatan Sintang, Hardiman mengungkapkan bahwa desanya merupakan salah satu daerah langganan banjir. Total ada 154 KK di Desa Tebing Raya. Dari jumlah itu hanya sekitar 10 KK yang tidak terdampak banjir.

Selain pemukiman, banjir juga merendam sebagian besar ruas jalan. Akibatnya aktivitas transportasi darat lumpuh. Begitu juga ekonomi masyarakat setempat.

“Yang jelas, secara umum rumah yang benar-benar sudah tenggelam akibat banjir tidak begitu banyak. Namun akses jalan rata-rata tenggelam semua. Mau jalan ke mana-mana ndak bisa, semuanya buntu karena banjir. Sekarang aktivitas warga hanya menggunakan perahu,” ungkap Hardiman pada berita-aktual.com ketika ditemui di Sintang, Rabu 23 November 2022.

Ia kemudian menyebutkan akses-akses yang sulit dijangkau dengan jalan darat karena banjir di daerahnya. Salah satunya akses menuju Kota Sintang, ke sekolah bahkan menuju kantor Desa Tebing Raya.

“Dari rumah ke kantor terpaksa pakai perahu. Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari seminggu. Bahkan berbulan-bulan. Mulai dari banjir yang pertama hingga saat ini. Banjir memang sempat surut, tapi debitnya naik lagi,” katanya.

Hardiman mengatakan, saat banjir surut beberapa waktu lalu, akses jalan darat sempat bisa dilewati seperti biasa.

“Tapi kondisinya tidak berlangsung lama. Kalau ndak salah hanya sekitar empat hari saja. Tapi sampai sekarang banjir terus. Banjir sudah terjadi sejak awal November lalu. Surut sebentar. Sekarang banjir lagi,” katanya lagi.

Akibat banjir yang terjadi berkepenjangan, sangat berdampak pada perekonomian warga. “Perekonomian warga lumpuh, mau menyadap getah ndak bisa karena kebun atau jalannya sudah terendam banjir. Kerja emas juga sulit. Jadi sekarang mereka bertahan hidup dengan sebisa-bisanya lah,” jelasnya.

“Kalaupun ada kebun karet warga yang tidak terendam, tapi akses jalannya kebanjiran. Ini kan bikin repot juga. Lagipula, sebagian besar kebun karet warga berada di bantaran sungai dan sudah terendam banjir,” jelasnya.