Camat Sintang Ajak Stakeholder Bekerjasama Siapkan SDM Unggul

oleh
Tatang Supriyatna, Camat Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Camat Sintang, Tatang Supriyatna menghadiri Lokakarya Mini Lintas Sektoral UPTD Puskesmas Tanjung Puri di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Rabu 30 November 2022. Dikesempatan itu, Tatang menjelaskan bahwa berdasarkan pernyataan Menteri Koodinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, kedepan Indonesia akan mengalami apa yang dinamakan bonus demografi.

“Bonus demografi ini adalah kondisi dimana angkatan kerja mendominasi dibanding usia lainnya, baik itu lansia dan anak-anak. Bonus demografi ini akan sangat berdampak positif bagi kemajuan suatu negara. Karena pekerjanya lebih banyak dibanding beban yang harus ditanggung. Namun demikian, bonus domografi ini akan jadi beban apabila tidak bisa dimanfaatkan atau dimaksimalkan dengan baik,” katanya.

Makanya, kata Tatang, dirinya saya sangat menyambut baik kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral UPTD Puskesmas Tanjung Puri yang mengangkat tema Peran Lintas Sektor dalam Mempersiapkan Generasi Emas yang Sehat dan Unggul. Mengingat berdasarkan pernyataan Menko PMK bahwa puncak dari bonus demografi ini ditahun 2030 mendatang.

“Namun akan jadi masalah kalau generasi muda tidak bisa kita siapkan dengan maksimal. Atau bonus demokrafi ini hanya siap untuk jadi kelas pekerja. Terlebih jika tidak bisa di-manage dengan baik. Oleh karena itu, kita di lintas sektoral ini harus bersama-sama turut berkomitmen untuk bekerjasama mewujudkan generasi emas yang sehat dan unggul,” harapnya.

“Nah lokmin ini bisa jadi media diskusi terkait berbagai permasalahan khususnya bidang kesehatan, kemudian mencari jalan keluar mengenai apa yang harus dikerjakan untuk meningkatkan derajat kesehatan menyongsong bonus demografi itu,” jelasnya.

Karena, kata Tatang, saat ini yang penting bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga mental dan spritual. Terlebih lagi bahwa tidak bisa dipungkiri generasi milenial sekarang ini secara fisik tumbuh lebih maksimal, namun secara mental lebih rentan.

“Oleh karena itu perlu pemahaman kita semua untuk berkomitmen menangani hal itu untuk mewujudkan generasi emas yang unggul dan sehat,” pungkasnya.