Pesan Kadinkes pada Nakes di Garda Depan Pelayanan: Harus Ramah, Jangan Jutek

oleh
dr Harysinto Linoh, Kepala Dinas Kesehatan Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, dr Harysinto Linoh memberikan pesan semua tenaga kesehatan (nakes) yang berada di garda depan pelayanan agar selalu bersikap ramah dalam melayani masyarakat atau pasien.

“Saya sependapat bahwa nakes di garda terdepan harus ramah. Karena, orang kalau sudah sakit itu, begitu ketemu dengan petugas kesehatan yang mukanya jutek, judes, kalau istilah masyarakat sekarang bikin ilfil,” kata Harysinto Linoh pada berita-aktual.com di sela kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Puskesmas Tanjung Puri di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Rabu 30 November 2022.

Oleh karena itu, kata Harysinto Linoh, sudah sudah sewajarnya kalau para pemberi pelayanan kesehatan baik itu dokter, perawat, bidan, petugas pendaftaran hingga satpam yang bertugas di rumah sakit maupun Puskesmas, harus bersikap ramah pada pasien.

“Jangan judes. Orang yang datang ke rumah sakit atau Puskesmas itu pasti 90 atau 95 persen dalam kondisi sakit. Mereka butuh bantuan. Mereka butuh pelayanan. Jadi dilayanilah secara ramah, secara baik-baik dan secara komunikatif. Apa yang mereka tanya, dibantu, dijawab dengan baik. Jangan sampai ketika ditanya pasien, jawabannya nanti dulu, ini itu atau segala macam,” pesan Sinto.

Kedua pasien itu harus mendapatkan informasi yang jelas dan pasti. Misalnya, ada pasien yang datang keluhannya batuk pilek, segera arahkan ke poli. “Bilang saja tungu di poli sebentar, nanti setelah 15 menit dilayani. Nah seperti itu. Harus pasti kapan dia akan dilayani. Kapan dia dapat obat, kapan dia harus kontrol lagi,” ujarnya.

Dan juga, pasien harus tahu penyakitnya. Karena, sambung Harysinto Linoh, banyak sekali pasien yang berobat baik itu di Puskesmas atau fasilitas kesehatan lain, tidak tahu secara jelas apa penyakit mereka.

“Saya tahu kondisi ini karena ketika mereka berobat mereka langsung saya tanya. Apa sakitnya? Mereka jawab ndak tahu. Udah dapat obat? Udah. Terus sakitnya apa? Ndak tahu. Ketika ditanya apakah ndak ditanyai langsung ke dokternya atau yang memeriksanya? Ndak. Itu jawaban mereka,” bebernya.

“Seharusnya masyarakat atau sebagai pasien harus tahu. Tanya saja supaya jelas. Dokter, saya sakit apa? Nanti dokter harus menjelaskan secara jelas penyakitnya, gimana penanganannya. Jadi informasi harus jelas. Informasi harus tepat. Pasien jangan diambangkan, mereka perlu kepastian,” tegasnya.