Sopir Angkutan Sintang Demo Pertamina soal Penyelewengan BBM Subsidi

oleh
Demo sopir angkutan Sintang ke Depot Pertamina memprotes penyelewengan BBM subsidi.

BERITA-AKTUAL.COM – Ratusan sopir yang tergabung dalam Aliansi Sopir Angkutan Sintang (ASAS) menggelar demo di Depot Pertamina Sintang, Selasa 20 Desember 2022. Demo tersebut memprotes kelangkaan serta penyelewengan BBM bersubsidi di Kabupaten Sintang.

Ketua ASAS Sintang, Dedy Suripto mengatakan bahwa demo ke Pertamina merupakan tindaklanjut aksi serupa sebelumnya di DPRD Sintang. Dimana para sopir hingga saat ini masih kesulitan mendapatkan BBM subsidi di SPBU. Selain itu, sampai saat ini masih ditemukan oknum pengantri dan oknum yang menggunakan tanki siluman namun tidak ditertibkan.

“Setelah kita melakukan demo ke DPRD lalu hingga saat ini belum ada perubahan soal tindaklanjut tuntutan. Bahkan ada miss komunikasi. Tadi dari pihak Pertamina menyampaikan bahwa meraka mau mengikuti tuntutan kita. Cuma ndak tahu, mungkin ada miss di DPRD sana ndak menghubungi kita. Mereka juga tidak pernah ada rapat lagi dengan kita,” jelasnya.

Sementara itu, merespon demo ASAS, langsung digelar pertemuan di Depot Pertamina Sintang. Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Sintang Jarot Winarno, Kadisperindagkop UKM Sintang Arbudin, Waka Polres Sintang Kompol Firah, Kasdim 1205 Sintang, Pertamina Sintang serta perwakilan ASAS.

Pertemuan itu menghasilkan lima kesepakatan. Pertama, pengantri BBM bersubsidi/solar akan ditertibkan dan hanya mendapatkan jatah maksimal 60 liter per hari. Kedua, Pertamina bersama Pemda Sintang dan aparat penegak hukum akan terus mengawasi secara kontinyu pendistribusian BBM bersubsidi terutama solar dan menertibkan SPBU yang
nakal. Ketiga, SPBU yang berada di Kabupaten Sintang wajib memberikan jaminan untuk mendapatkan BBM subsidi solar kepada masyarakat umum, para sopir angkutan material, ekspedisi dan
lainnya. Keempat, pengawasan dari Polri dan Kodim 1205 Sintang Bagi semua SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Sintang. Kelima, seluruh aggota ASAS wajb mendaftarkan armadanya melalui web (subsiditepat.mypertamina.id).

“Saya cukup puas dengan kesepakatan ini. Karena yang datang Pak Bupati, Kepala Depot, Bagian Pengawasan Pertamina, Kadisperindagkop serta Polres dan Kodim. Nanti akan kita lihat hasil kesepakatan ini di lapangan apakah benar-benar efektif atau tidak,” katanya.

Ancam Cabut Izin SPBU Nakal

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Sintang, Arbudin mengatakan bahwa berdasarkan hasil kesepakatan nantinya Pemkab Sintang bekerjasama dengan Polres dan TNI akan melakukan monitoring terkait penyaluran BBM subsidi ke masyarakat luas.

“Tadi sudah sudah ditandatangani langsung oleh Pak Bupati Sintang untuk melakukan pengawasan dan memberikan jaminan bahwa masyarakat dan juga anggota ASAS itu memperoleh BBM subsidi solar. Otomatis nanti akan dilakukan penertiban tanki siluman, akan kita awasi dan dimusnahkan. Ini dilakukan agar masyarakat umum termasuk para sopir yang tergabung dalam ASAS mendapatkan BBM subsidi solar secara adil dan merata,” jelasnya.

Dikatakan Arbudin, para sopir mengungkapkan kendala mendapatkan BBM subsidi. Selama ini terjadi semacam diskriminasi atau ada pengeculian. “Makanya dengan ditantantangani kesepakatan ini maka jelas Pemda Sintang dan TNI Polri wajib monitoring. Bahkan apabila ditemukan pelanggaran wajib diberikan sanksi sesuai ketentuan,” tegasnya.

“Karena faktor terjadinya sengkarut masalah ini adalah SPBU soal sistem distribusi. Dari Pertamina ndak ada masalah karena mereka sudah menyalurkan kuota masing-masing. Dan untuk Kabupaten Sintang kuotanya mencukupi. Hanya di lapangan terjadi kendala, ya kita bekerjasama dengan TNI Polri untuk melakukan pengawasan,” jelasnya.

Jika ditemukan bukti ada SPBU nakal, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan hukum yang berlaku. Bahkan bisa juga pada penutupan SPBU. “Kemungkinan itu pasti ada. Karena kan pihak Pertamina ikut meneken perjanjian tersebut,” tegasnya.

 

Stok BBM Cukup

Area Manager Comm, Rel, & CSR Regional Kalimantan, Arya Yusa Dwicandra mengatakan bahwa penyaluran BBM di wilayah Kabupaten Sintang berjalan normal dan optimal. Penyaluran harian BBM dari Depot Sintang ke Kabupaten Sintang dan sekitarnya untuk solar sebanyak 350 kiloliter per hari dan Pertalite sebanyak 260 kiloliter per hari. “Sehingga kami pastikan stok aman dan penyaluran tidak terkendala,” tegasnya.

“Kami juga mengapresiasi aksi damai Aliansi Sopir Angkutan Sintang. Ini tentunya jadi perhatian kami dan akan sampaikan pada pemerintah dan Pertamina pusat,” ujarnya.