Guru Ancam Mogok, Wabup: Jangan Mogok Mengajar, Sampaikan dengan Cara Elegan

oleh
Melkianus, Wakil Bupati Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM, SINTANG – Wakil Bupati Sintang, Melkianus meminta para guru tidak melakukan aksi mogok mengajar. Permintaan itu disampaikan Melkianus merespon pernyataan sikap dan ancaman mogok mengajar dari Komunitas Peduli Kehormatan Guru (KPKG) imbas dihapusnya Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

“Kita minta pada para guru agar tidak melakukan aksi mogok mengajar. Karena akan berdampak pada siswa. Sementara siswa tidak tahu apa-apa,” kata Melkianus pada wartawan, Senin 2 Mei 2023.

Oleh sebab itu, Melkianus meminta agar penyampaian aspirasi para guru agar disampaikan secara bijak, jangan melalui demo. Silakan bertemu dengan pimpinan daerah, duduk satu meja untuk mencari solusi terbaik. “Kami sangat berterima kasih pada para guru. Mereka adalah orang hebat, pahlawan tanda jasa. Sehebat apapun orang, tanpa adanya guru tidak ada artinya,” katanya.

“Makanya kami sangat menghargai guru-guru yang ada. Namun terkait tuntutan guru terkait TPP, semuanya mengacu pada kemampuan keuangan daerah. Ini yang harus dipahami oleh para guru,” kata Melkianus.

Ditegaskan Melkianus, tidak ada maksud Pemerintah untuk mengurangi atau menghapus TPP tersebut jika anggarannya ada. Tapi semuanya tergantung kemampuan keuangan daerah.

“Kita berusaha berjuang, apa yang menjadi hak mereka kita perjuangkan. Terkait TPP atau Kespeg, bukan diatur dalam Undang Undang tapi kebijakan daerah. Kita memberikan itu untuk memberikan semangat atau motivasi pada para guru. Soal nominal yang turun sebelum Covid-19 hingga sekarang turun drastis, itu dikarenakan kemampuan keuangan daerah,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Yustinus mengatakan bahwa pihaknya memang menerima surat dari KPKG soal masalah Kespeg. Ia mengaku sudah mengintruksikan agar para guru tidak mogok mengajar.

“Ketika ingin menyampaikan keinginan terkait tambahan penghasilan atau Kespeg, ada cara-cara elegan. Apalagi seorang pendidik merupakan garda terdepan untuk mencerdaskan anak bangsa, tidak seharusnya menggunakan cara-cara seperti itu,” katanya.

Ditegaskan Yustinus, diirinya tidak ingin ada guru yang mengorbankan anak didiknya dengan mogok mengajar. Karena bagaimanapun, siswa berhak mendapatkan pendidikan dan pengajaran.