Permudah Warga Pedalaman Dapatkan BBM, Pemda Sintang Kaji Pembentukan Perbup

oleh
Wakil Bupati Sintang, Melkianus menghadiri audiensi menyikapi kelangkaan BBM di pedalaman Sintang. Audiensi berlangsung di Pertamina Sintang.

BERITA-AKTUAL.COM, SINTANG – Untuk mempermudah masyarakat pedalaman mendapatkan BBM, Pemkab Sintang akan mengkaji pembentukan Peraturan Bupati (Perbup). Upaya itu dilakukan merespon terjadinya kelangkaan BBM di daerah pedalaman Kabupaten Sintang beberapa minggu terakhir ini.

“Saya rasa, kalau untuk pembahasan, sesuai dengan aturan dari BPH Migas, kita melihat rekomendasi yang mungkin dibuat berupa Peraturan Bupati untuk menindaklanjuti aturan yang lebih tinggi. Nanti kami bahas dulu, dikaji dulu melalui Bagian Hukum. Ketika nanti sudah sesuai, barulah kita minta kepala daerah untuk menandatangani Perbup,” kata Wakil Bupati Sintang, Melkianus usai menghadiri audiensi di Pertamina Sintang, Senin 2 Mei 2023.

Dikesempatan itu, Melkianus mengapreasiasi Gerakan Keadilan yang melakukan aksi damai merespon terjadinya kelangkaan BBM di kecamatan-kecamatan. Artinya ketika di daerah yang tidak ada SPBU, akhirnya tidak dapat minyak.

“Disatu sisi kita berterima kasih dengan kebijakan Kapolda supaya tidak ada pengantri, namun di sisi lain kita harus membuat regulasi. Agar masyarakat yang jauh dari SPBU tetap dapat membeli minyak. Makanya pada hari ini, kami langsung rapat bersama supaya apa yang kita buat (Perbup) tidak menyalahi aturan. Supaya masyarakat yang jauh dari SPBU bisa mendapatkan BBM sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” kata Melkianus.

“Hal itu tentu dengan segala aturan atau rekomendasi yang dibuat. Sehingga BBM bisa sampai ke tempat tujuan dengan tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Artinya Pemda bersama pihak terkait akan duduk satu meja untuk mendengar keluhan masyarakat yang ada,” katanya.

Saat ini, harga BBM sangat tinggi. Di Ketungau Tengah mencapai Rp 20 ribu. Kondisi ini sangat memberatkan masyarakat di desa-desa yang jauh dari kecamatan.

“Oleh sebab itu kita meminta ada pemerataan, ada keadilan untuk pendistribusian BBM. Mengingat, berdasarkan pernyataan Pertamina Sintang, kuota BBM cukup, bahkan belum bongkar karena masih banyak. Makanya kami melihat ada pendistribusian yang harus dibenahi bersama dengan mengacu pada aturan yang ada. Inilah yang akan kita bahas nanti,” pungkas Melkianus.