Panen Raya Ikan di Danau Lindung Kapuas Hulu, Lasarus Dorong Panen 2 Kali Setahun

oleh
Ketua Komisi V DRP RI Lasarus bersama Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat panen raya ikan di Danau Lindung Keliling Desa Tembang, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu.

BERITA-AKTUAL.COM – Setahun sekali, warga Desa Tembang, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, melakukan panen raya ikan di Danau Lindung Keliling yang memiliki panjang sekitar 4 kilometer.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, panen raya tersebut dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus. Hadir juga Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, para pimpinan OPD Pemkab Kapuas Hulu, anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, serta warga setempat.

Panen raya ikan di danau lindung tersebut dilakukan dengan penarikan jermal yang memuat ribuan ikan siap konsumsi di dua lokasi. Jermal tersebut berada di tengah danau lindung. Ikan yang dipanen pun bervariasi. Mulai dari Jelawat, Belidak, Toman, Baung, Entukan dan banyak lagi jenis ikan lainnya.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus berharap masyarakat Desa Tembang tetap menjaga kelestarian ikan di danau lindung. Sehingga hasilnya panen setiap tahun semakin meningkat.

“Saya juga menyarankan agar panen ikan bisa dilakukan dua kali setahun. Karena kalau panen hanya setahun sekali tidak terlalu ekonomis, belum mampu memberikan daya dukung yang baik untuk masyarakat,” katanya.

Apalagi jika hasilnya melimpah, maka yang akan jadi pertanyaan adalah bagaimana pasar menampung. Kemudian penanganan paska panen. “Ini penting, karena ketika harga anjlok dan ikan yang sampai ke pasar tidak baik lagi, maka harga akan lebih jatuh. Makanya, melindungi, memelihara dan memanen harus dilakukan dengan tepat agar bisa mensejahterakan masyarakat. Hasil akan mensejahterakan bila memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Makanya proses panen juga harus diatur,” kata Lasarus.

Lasarus menyebut, kalau dari dilihat dari bentuknya, Danau Keliling layak dilindungi. Karena ketika air Kapuas surut, air di danau tetap stabil atau dalam. “Tidak semua danau seperti itu, jadi danau ini layak dilakukan berbagai kegiatan perencanaan. Makanya danau ini harus kita lindungi. Seperti apa cara melindunginya, ini yang harus dipikirkan,” katanya.

Politisi PDIP ini juga menekankan pentingnya restocking ikan. Ikan yang direstocking tentunya harus memiliki nilai yang tinggi, seperti ikan Belidak dan Jelawat.

“Kalau restocking dengan langsung melepas ke danau tentunya akan dimakan ikan predator lain. Saran saya bibit ikan tersebut bisa dimasukan ke keramba, kemudian ditaruh waring yang kuat. Setelah besar baru di lepas ke danau. Dengan demikian ikan-ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi akan lebih banyak di danau jika yang dilepas ke alam sudah agak besar,” katanya.

Namun yang terjadi sekarang, kata Lasarus, panen ikan dilakukan tanpa melakukan regenerasi ikan. Ini jadi masalah kedepan. Danau ini berstatus dilindungi, tapi polanya belum ketemu. “Untuk melakukannya sederhana, tinggal mau atau tidak. Ini bisa dilakukan dengan kolaborasi masyarakat dengan pemerintah serta DPRD. Saya minta Kades dan masyarakat berani memulai, kalau tidak dilakukan kita seperti berjalan di tempat,” katanya.

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat mengucapkan selamat atas panen raya ikan di danau lindung di Desa Tembang. “Terkait berbagai usulan masyarakat, akan ditampung dan dicarakan bersama,” ucapnya.

Kades Tembang, Aryo Tamin mengatakan Danau lindung Keliling ini merupakan sumber pendapatan masyarakat Desa Tembang. Karena, pemerintah desa ingin seluruh danau lindung bisa bermanfaat untuk seluruh masyarakat. “Menurut kami penghasilan danau lindung ini sangat besar bahkan bisa menggaji guru MTS sebanyak 13 orang . Gaji per tahun mereka sekitar Rp 130 juta,” bebernya.

Ia menyebut, ikan di danau lindung semakin bertambah. Bahkan ada ikan yang pernah hampir punah beberapa waktu lalu, kini sudah banyak lagi populasi ikannya. Danau Keliling merupakan danau lindung yang panen setahun sekali sekitar bulan September dan Oktober.

“Untu hasil ikan sekali panen jumlahnya tak tentu, kadang 3 ton, 4 ton bahkan 5 ton, semuanya tergantung kondisi alam. Biasanya hasil panen dijual ke pembeli biasa. Tapi tahun ini tidak kita jual karena harganya jauh merosot, jadi ikannya diolah untuk kebutuhan lain,” jelasnya.

Kedepan ia berharap perhatian pemerintah pada danau lindung semakin besar. Contohnya memberi bantuan bibit ikan maupun memberikn fasilitas pendukung di danau lindung. Seperti tempel maupun keramba ikan maupun fasilitas lainnya.