SINTANG – Agrowisata Persada Nusantara yang berlokasi di Desa Pandan, Kecamatan Sungai Tebelian, resmi dibuka pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kawasan ini dikembangkan sebagai destinasi wisata terpadu yang memadukan rekreasi dan edukasi.
Agrowisata tersebut dikelola oleh Yayasan Nusantara Indah Sintang yang berfokus pada pengembangan sektor pariwisata berbasis pendidikan.
Peresmian dihadiri Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, Ketua Perkumpulan Karya Bangsa YAT Lukman Riberu, unsur Forkopimda, Forkopimcam, Camat Sungai Tebelian, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tamu undangan lainnya.
Ketua Badan Perkumpulan Karya Bangsa Sintang, Lukman Riberu, menyampaikan bahwa keberadaan agrowisata ini didukung oleh kekuatan sumber daya manusia yang telah dibina selama ini.
Ia mengungkapkan, alumni STKIP Persada Nusantara telah mencapai sekitar 4.000 orang, sementara Persekolahan Nusantara Indah telah meluluskan sekitar 11.000 orang. Menurutnya, hal tersebut menjadi modal besar untuk pengembangan ke depan.
“Ke depan kami juga akan membangun kapel sebagai tempat berdoa serta wahana flying fox. Kami juga berencana menggelar kegiatan rutin setiap dua minggu. Harapannya, tempat ini bisa menjadi lokasi beristirahat dan bersantai bagi masyarakat,” ujar Lukman.
Ia juga menambahkan, dukungan masyarakat terhadap pembangunan agrowisata tersebut sangat besar dan diyakini akan mendorong perkembangan kawasan tersebut di masa mendatang.
“Awalnya kami sudah menanam sekitar 2.500 pohon gaharu, namun saat ini tersisa sekitar seribuan batang yang masih terus kami kembangkan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Peresmian, Leonardo Hendri Riberu, menjelaskan bahwa kawasan agrowisata ini dibangun di atas lahan seluas 14 hektare yang sebelumnya merupakan lokasi praktik mahasiswa pertanian dan ditanami karet.
“Pembangunan fasilitas wisata dan edukasi ini telah berjalan selama 11 bulan, dan setiap fasilitas yang dibangun memiliki fungsi yang jelas,” terangnya.
Ia merinci sejumlah fasilitas yang telah tersedia, di antaranya coffee shop, panggung hiburan, ruang terbuka hijau, camping ground berbasis alam, toko sembako, kolam pemancingan, serta sarana edukasi perikanan.
Ke depan, pengelola juga berencana menambah berbagai fasilitas pendukung lainnya, seperti green house untuk pengembangan hidroponik dan pertanian modern, kolam renang untuk dewasa dan anak-anak, aula utama, serta mini zoo atau kebun binatang mini.
Selain itu, pengembangan tanaman gaharu juga akan terus dilakukan, dengan jumlah saat ini sekitar 1.000 pohon yang menjadi bagian dari konsep edukasi dan ekonomi di kawasan tersebut.




